Berawal dari Kaluna membantu papanya mengelola kos-kosan mewah yang terdiri dari lima lantai ini dihuni oleh berbagai karakter menarik. Awalnya, Kaluna merasa canggung dan kesepian, tetapi seiring waktu, ia mulai menjalin persahabatan dengan penghuni kos yang lain, seperti Vian, Moreno, Argo, David, Stesia, Zeenan, Mindy, dan Azura.
Setiap penghuni memiliki cerita dan kepribadian yang unik, yang membuat Brianna merasa betah. Melalui berbagai kegiatan, mulai dari memasak bersama, merayakan ulang tahun, hingga mengatasi masalah yang muncul di kosan, Brianna merasakan arti kebersamaan yang sesungguhnya. Ia belajar tentang kerja sama, saling mendukung, dan berbagi momen bahagia maupun sedih. Dalam prosesnya, Kaluna tidak hanya membantu ayahnya mengelola kosan, tetapi juga menemukan keluarga baru di antara teman-temannya.
Musim dingin membawa pulang Alina ke rumah tua peninggalan keluarganya-tempat di mana kenangan, luka, dan rahasia masih membeku bersama salju. Sepuluh tahun lalu, sahabat-sahabatnya, Rosaline dan Adira, menghilang secara tragis setelah sebuah malam ritual yang tak pernah selesai. Kini, Alina kembali... dan bayang-bayang masa lalu ikut menyambutnya.
Di balik cermin kamar tua, suara-suara berbisik. Di taman yang ditutupi es, setangkai mawar merah mekar setiap bulan Desember-meski tak seharusnya tumbuh. Dan di antara dua sahabat yang masih hidup, Cillan dan Rayhan, Alina perlahan menemukan cinta... sekaligus pengkhianatan.
Saat penglihatan-penglihatan aneh mulai menghantui, Alina harus dari generasi ke generasi. Dan yang paling sulit-ia harus memilih: mengubur masa lalu, atau menebusnya, meski dengan mengorbankan masa depannya sendiri.