SUARA GEMA

SUARA GEMA

  • WpView
    Reads 7,804
  • WpVote
    Votes 3,013
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 10, 2024
< t e n t a n g b a g a i m a n a d a p a t b e r b a h a g i a d e n g a n c a r a y a n g s e d e r h a n a > "Gema, aku menyukai suaramu, aku menyukai segala hal yang kamu ucapkan, aku menyukai merdu nada yang terdengar dari mulutmu, aku menyukaimu, Gema." Gema tersenyum simpul dengan sorot mata yang amat berbahagia. "Jadi, teruslah mendengarkan suaraku, teruslah berada di sampingku, teruslah menyukaiku, karena dengan begitu aku akan jatuh ribuan kali kedalam dekapmu." "Aku akan melakukannya, tapi ... bukankah hidup ini sesuatu yang tidak bisa kita prediksi, bagaimana jika akhirnya kita saling meninggalkan?" "Kinar, hidup memang seperti itu, kamu akan menemui kehilangan diantara banyaknya pertemuan, tidak perlu khawatir, karena aku bukan hanya ada di dalam hidupmu, tapi juga di dalam hatimu." Kinar tertawa dengan mengusap kepala Gema. "Hatiku penuh sama kamu, tanggung jawab!" "Boleh, mau menikah denganku?" Pertanyaan yang Gema lontarkan membuat Kinar membisu, pipinya bersemu, nampak merah muda, lucu. "Tapi ... hidupku berantakan." "Aku juga." Tidak peduli siapa yang hidupnya lebih berantakan, yang pasti adalah... bukankah mereka memang di takdirkan untuk sebuah pertemuan? #1 in giselle [061523]
All Rights Reserved
#377
gema
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BarraKilla
  • Dusk In Your Eyes
  • Let Me Love You Longer
  • Strong Girl Michella (END)
  • Irreplaceable You [✓]
  • 2.LAST RAIN [ You're the only one ]✔ Lee Jeno
  • Im Yours.
  • WE MEET AGAIN - JENSELLE
  • Tragedi Cinta! - BTS [Short]
  • Tokoh Utama

LENGKAP! Follow akun ini sebelum baca🐧 Warning! Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA)🍭 "Barr, aku juga nggak tahu kenapa Raden nyium aku." "Shit! Diem, Bego!" "Maaf." "Tahu nggak, kenapa gue nerima lo jadi pacar gue? Padahal lo yang nembak gue duluan di UKS dengan nggak punya malunya." "...." "Lo itu menyedihkan, Killa. Sangat menyedihkan. Gue selama ini cuma.... kasihan sama elo." "Barra, dada aku sakit." "See? Lo minta dikasihani lagi?" "Maaf." "Dan lo selalu mengatakan maaf biar lo semakin dikasihani." "Barra, kamu beneran mau aku pergi?" "Lo masih mau di sini? Nggak tahu diri banget. Habis ciuman sama suami orang, masih mau sama gue. Karena cuma gue yang bisa ngasih lo segalanya. Gue jijik sama elo." "Makasih, ya, udah mau jadi pacar Killa. Udah mau bahagiain Killa. Hehehe. Kita akhirnya pisah." "Gue nggak mau lihat lo lagi." "Hehehe." "...." "Barrabas Mahesa, makasih udah pernah jadi yang terbaik buat Killa." I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. I loved, and I loved and I lost you. Titik tertinggi mencintai adalah tahu diri untuk menerima sebuah kehilangan. "Barra, kenapa cara kamu mencintai aku kayak gini?" • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines