Tragedy

Tragedy

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 14, 2024
WpInfo
Fiction
Fantasy
Virus Zombie Hazca gadis kelas tingkat akhir di sekolah menangah Atas harus merasakan yang namanya bertahan hidup. Tidak, bukan bertahan hidup demi sesuap nasi untuk melanjutkan keberlangsungan hidup, tapi bertahan hidup dari virus zombie yang tiba-tiba menyeruak dan membuat kekacauan di daerahnya- ralat mungkin di negaranya. Bahkan Hazca tidak tau apakah ada yang bertahan hidup selain dirinya dan teman-temannya?. Tidak terpikirkan bisa ada Zombie didunia nyata, yang sebelumnya hanya bisa ia lihat di film dan novel. Yang pasti, Zombie adalah sumber kehancuran umat manusia. Atau. Manusia sendiri sumber kehancurannya.
All Rights Reserved
#372
monster
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • END OF THE WORLD || ☢️SEGERA TERBIT☢️
  • SURVIVAL!
  • zombies at school❗
  • Beast
  • Z-VIRUS ( END )
  • ZOMBIE APOCALYSE
  • Harmoni
  • 『Zombie In The School Area』[End]
  • FROM SCHOOL TO CITY (END)
  • Among The Dead

Hidup Putra seharusnya berjalan biasa saja sekolah, teman, dan tugas-tugas yang menumpuk. Tapi semua itu lenyap dalam satu hari, ketika dunia runtuh tanpa peringatan. Wabah misterius menyerang. Orang-orang berubah menjadi makhluk buas tak berakal disebut zombie. Kota lumpuh. Sekolah terkunci. Sinyal hilang. Dan satu-satunya pilihan adalah bertahan... atau mati. Di tengah kekacauan, Putra terjebak bersama teman-teman yang dulu terasa seperti keluarga-sekarang menjadi cermin dari ketakutan, ego, dan luka masa lalu. Bersama, mereka melarikan diri dari sekolah menuju hutan, hanya untuk menemukan bahwa bahaya tidak hanya datang dari zombie , tetapi juga dari manusia lain... dan dari dalam diri mereka sendiri. Kepercayaan diuji. Pengorbanan tak bisa dihindari. Dan pertanyaannya berubah: Bukan lagi "bagaimana cara bertahan hidup?" tapi "apa yang akan kau korbankan agar tetap hidup?" Ini bukan sekadar akhir dari dunia. Ini adalah awal dari siapa diri mereka sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines