Bukan serial Taare Zameen Paar

Bukan serial Taare Zameen Paar

  • WpView
    Lecturas 39
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, ago 2, 2022
WpInfo
No ficción
Cerita ini tentang perjalanan hidup seorang ibu rumah tangga yang mempunyai anak yang harus bersekolah di sekolah Luar Biasa, bukan karena anak bisu atau buta, tetapi karena anaknya menderita disleksia, Suatu gangguan belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca, disleksia terjadi pada anak-anak dengan penglihatan dan intelektual normal. Nama ibu rumah tangga tersebut adalah Ranti, dia mempunyai anak laki-laki bernama Putra, Putra sejak bisa berbicara sejak umur 4 tahun, Ranti benar-benar depresi dengan bullian orang-orang tentang anaknya, ada yang mengatakan anaknya tidak bisa berbicara karena tidak pernah di ajak berbicara. Bagaimana mungkin anak yang di jaga 24 jam tidak di ajak bicara? Berbagai cara sudah di tempuh, mulai dari terapi bicara hingga ke psikolog sudah di lalui demi sang buah hati nisa normal seperti anak sebanyanya, sehingga dia hatus menerima kenyataan jika sang buah jati harus bersekolah di Sekolah Luar Biasa. Di tengah-tengah keterpurukan Ranti tentang kenyataan yang harus di terima
Todos los derechos reservados
#12
iburumahtangga
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Qalbu {Terbit}
  • Jejak wasiat kakakku
  • Terpaksa Melayani Presdir Impoten
  • Bentala
  • Cinta Anak Broken Home
  • BROKEN : The secret of life
  • Mendadak Punya Anak
  • Berbisik Ke Bumi
  • Semesta untuk sean

{Teenfiction-Spiritual} "Yah, izinin Acha tetap homeschooling. Acha nggak mau sekolah di tempat umum." Gadis belia kisaran berusia 15 tahun, kini sedang membujuk sang ayah agar tetap mengizinkannya untuk homeschooling. "TIDAK!" ucap lelaki yang di perkirakan berusia 40 tahun itu. Ia tetap kukuh dengan keputusannya untuk menghentikan putri tunggalnya itu homeschooling. "Ayah ingin kamu tumbuh seperti remaja lainnya. Ayah ingin kamu bisa bergaul dengan banyak orang, dan Ayah ingin kamu melawan rasa takutmu itu." Lanjut sang ayah dengan tegas. Gadis yang bernama lengkap Jingga Cahaya Senja itu hanya bisa menunduk. Ia berusaha menahan air mata yang sebentar lagi akan jatuh membasahi wajahnya. "Dan satu lagi, Ayah ingin kamu mempunyai teman manusia. Bukan HANTU!" Lelaki itu langsung berjalan keluar rumah, dan menyisakan anak gadisnya itu sendirian di ruang keluarga sambil menunduk, seolah meratapi nasibnya. Allah SWT berfirman : وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat 51 : Ayat 56)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido