Story cover for Semicolon [END] by kyufour
Semicolon [END]
  • WpView
    Reads 246,170
  • WpVote
    Votes 15,304
  • WpPart
    Parts 25
Sign up to add Semicolon [END] to your library and receive updates
or
#25adeljkt48
Content Guidelines
You may also like
Forever mine by AuroraSecretum
58 parts Ongoing
Prolog "Gila, sadis banget si Xavier." "Aluna juga tolol banget-udah tahu Canva nggak suka sama dia, masih juga ngejar-ngejar." Zena menatap layar ponselnya dengan ekspresi campur aduk: marah, jijik, dan frustrasi. Baru saja dia menamatkan novel Forever Mine, dan akhir ceritanya benar-benar bikin naik darah. "Udah gitu, Aluna matinya tragis banget. Disiksa di ruang rahasia Xavier cuma karena dia berani bully Sofia? Gila, nih cowok psikopat." Zena mematikan layar. Melempar ponsel ke kasur. "Udah ah, mending gue tidur aja. Capek." Tapi dia tak tahu, malam itu bukan malam biasa. Saat membuka mata, semuanya berubah. Lampu putih. Aroma antiseptik. Dingin. Seseorang menggenggam tangannya. "Aluna sayang... akhirnya kamu sadar juga," ucap seorang wanita lembut, penuh haru. Zena terdiam. Matanya mengerjap bingung. "Maaf, Tante... siapa Aluna? Nama saya Zena." Wajah wanita itu langsung pucat. "Luna, kamu jangan bercanda. Mama panggil dokter dulu ya, sayang..." Zena mematung. Jantungnya mulai berpacu tak karuan. Luna? Aluna... Atmajaya? "Nggak... ini nggak mungkin." Beberapa jam kemudian, dua cewek datang menjenguknya. "Luna, gue yakin ini ulah Xavier!" "Lo baru aja nyiram bakso ke Sofia kemarin, kan?" ucap Rebecca panik. Zena hanya bisa diam. Matanya kosong. "Sial... gue masuk ke dunia Forever Mine." "Dan lebih parahnya... gue jadi Aluna. Cewek antagonis yang bakal mati mengenaskan di tangan Xavier ." Tapi cerita tak berhenti di sana. Karena dalam dunia ini, satu perubahan kecil bisa mengubah takdir. Dan siapa sangka... Alih-alih ingin membunuh, Xavier justru mulai terobsesi... Pada Aluna yang kini bukan lagi Aluna duluh.
Black Shadows Of School [END] by MonXRayy
27 parts Complete
Cerita Ini Berlatar Belakang Di Sebuah Sekolahan Bernama Diamond School. Diamond School Adalah Sebuah Sekolah Yang Memiliki Asrama Wanita/Lelaki, Semua Murid Diharuskan Untuk Tinggal Di Asrama Tersebut, Tanpa Pulang Ke Rumah Mereka. Itu Peraturan Utamanya, Terkecuali Jika Murid Itu Mempunyai Urusan Penting, Maka Akan Diperbolehkan Pulang. Disisi Lain, Sekolah Itu Juga Selalu Ada Kejadian Murid Hilang, Seminggu Sekali. Murid-murid Yang Hilang Itu Tak Pernah Ketemu Satupun, Sehingga Membuat Orang Tua Dari Murid Tersebut Depresi Dan Mengalami Gangguan Jiwa. Hingga Suatu Saat, Sekolah Yang Dulunya Dikenal Sebagai Sekolah Ternama, Kini Berubah Menjadi Black Shadows Of School [Bayangan Hitam Sekolah]. Tapi Ada Juga Yang Menyebutnya Sebagai School Of Bloods, Yang Artinya Sekolah Berdarah. Hanya Karena Disetiap Ada Murid Hilang, Pasti Ada Juga Kejadian Yang Berhubungan Dengan Darah, Contohnya Murid Lain Mimisan Tiba-tiba, Darah Yang Keluar Dari Lantai, Dan Kejadian-kejadian Horor Lainnya. Meskipun Memiliki Sisi Latar Belakang Yang Gelap, Tetapi Selalu Saja Ada Murid Baru Dan Membuat Sekolah Itu Menjadi Sangat Ramai. Karena Baginya Kejadian-kejadian Murid Hilang, Hanyalah Sebuah Mitos Belaka. Dan Walaupun Memang Ada, Itu Tidak Membuat Keyakinan Mereka Untuk Bersekolah Disana, Hilang. Hingga Suatu Ketika, Saat Ada Murid Yang Hilang Lagi. Ada Sekelompok Siswa/Siswi Langsung Mencari Tahu Penyebab Mereka Hilang, Dan Kemana Perginya. Namun Anehnya Setelah Kejadian Itu, Selalu Ada Kejadian-kejadian Mistis Seperti Diganggu Oleh Penunggu Disana. Dengan Hal Tersebut, Tentu Membuat Perjalanan Mereka Tidaklah Mudah, Pasti Akan Selalu Ada Kendala. Penasaran? Langsung baca aja. WARNING🔞‼️
You may also like
Slide 1 of 10
Hangatnya Keluarga cover
KETUA OSIS DINGIN  cover
ENVELOVE cover
Forever mine cover
RUMIT cover
LIRIK LAGU JKT48  cover
𝗞𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗞𝗼𝗰𝗮𝗸 [ 𝙃𝙄𝘼𝙏𝙐𝙎 ] cover
Bunga Terakhir.Adelia cover
Black Shadows Of School [END] cover
Peluk Aku, Shani!! [End] cover

Hangatnya Keluarga

51 parts Complete

Kisah ini bercerita tentang sepasang suami istri yang telah menikah hampir lima tahun, namun belum juga dikaruniai keturunan. Bertahun-tahun mereka menunggu, berusaha, dan saling menguatkan meski sering kali harapan terasa jauh. Hingga akhirnya, doa-doa yang mereka panjatkan dijawab juga. Mereka diberi kesempatan menjadi orang tua-sebuah anugerah yang selama ini mereka nantikan. Namun, mereka segera menyadari bahwa menjadi orang tua bukanlah hal yang mudah. Banyak hal baru yang harus mereka pelajari, banyak kekhawatiran sekaligus kebahagiaan yang datang bersamaan. Perjalanan mereka pun berubah, bukan hanya tentang menunggu, tetapi juga tentang tumbuh dan belajar bersama sebagai keluarga kecil.