Damar, Pacaran Yuk!

Damar, Pacaran Yuk!

  • WpView
    Reads 628
  • WpVote
    Votes 239
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 4, 2025
Basket adalah satu-satunya yang Mama tinggalkan untuk Damar. Maka, Hendra terus membatasi hidup Damar hanya untuk basket. Tidak ada yang boleh mengganggu fokus Damar terhadap dunia basket, termasuk soal percintaan. Pertemuan dengan Kalani membuat hidup Damar layaknya roller coaster. Perempuan yang sering mengganggu hidupnya itu memberikan banyak warna bagi hidup Damar. Cahaya Damar yang hampir meredup, kini perlahan mulai bercahaya. Namun, ternyata hidup Kalani justru yang paling membutuhkan penerangan. Ketika Damar hendak masuk dalam hidupnya, ayahnya mencegah hal itu dan membuat Damar bimbang. Akankah ia menyerah dan memilih mematuhi ayahnya dan membiarkan Kalani tenggelam dalam gelap? Mulai update: 13 Maret 2023
All Rights Reserved
#254
jurnalistik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Estuari
  • RUANG RINDU
  • My Secret Man ✓ END [Kakasaku X Sasusaku]
  • Sisi Penjara [ Terbit ✔️]
  • Ketika Lembayung Bertemu Rasa
  • Namamu Tak Pernah Disebut Ibu
  • 🔞 LOST VOW 🔞 ✅
  • viewpoint
Estuari

es·tu·a·ri /éstuari/ n perairan pantai setengah tertutup tempat air laut bertemu dengan air tawar. Di usianya yang belum genap enam tahun, Damar dihadapkan dengan perceraian tiba-tiba kedua orang tuanya tanpa titik problematika yang jelas. Damar kecil yang belum mengerti arti sebuah perceraian menganggap ibunya hanya sekedar rindu kakek nenek. Sampai pada tahun kedua pasca-perceraian, ketika ayah menikah lagi, meninggalkannya bersama eyang kakung uti, baru Damar memahami yang orang tuanya tak terikat lagi. Keluarga baru dan kehidupan baru telah dimiliki masing-masing orang tua kandungnya, itu membuat Damar tak ingin menampilkan wajah tuk bertatap barang sejenak dengan keduanya. Damar tak benci ayah ibu, namun keegoisan mereka yang menolak menjabarkan pada Damar alasan perpisahan itu terjadi, telah meninggalkan koyakan tak terobati dalam jiwanya. Dalam coretan ini, Damar kisahkan lembaran pencarian kedamaian dalam semesta carut-marut.

More details
WpActionLinkContent Guidelines