
"kenapa sih, ran? lu kok selalu marah ke gua? salah gua apa coba? " ucap Gavin santai sambil melebarkan tangannya untuk menopang tubuh di sisi meja. "ya menurut kamu sendiri gimana, Gav? kamu pernah mikirin perasaan aku ga? ngga kan? aku tau " batin Rania yang sedang memegang pena nya kini menunduk.Wszelkie Prawa Zastrzeżone
1 część