mama muda
  • WpView
    Reads 92
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 31, 2022
"Mama, Enda mau itu." Ucap anak kecil yang bernama Rendra menunjuk gerobak jualan somay. "Rendra mau somay?", Tanya Amara kepada anaknya, Rendra pun mengangguk. "Bang, somay nya 1 ya jangan pedes", ucap Amara, si tukang somay itu pun mengangguk. "Adiknya lucu banget dek", ucap salah itu paruh baya. Mencubit pipi gembul Rendra. "Mama, pipi Enda atit." Rengek anak kecil itu kepada Amara. " Udah sayang Jangan nangis ya ", ucap Amara lembut. "Hah anak! Aduh dek masuk kecil kok udh punya anak, Apalagi kamu ini masih SMA kan?" Timpal salah satu teman ibu paru baya itu. "Aduh dasar anak jaman sekarang masih kecil udah punya anak", ucap sang ibu yang mencubit pipi Rendra tadi. Amara dewinara 17 tahun gadis cantik, manis, mempunyai kulit putih serta bulu mata lentik. Ia masih SMA tapi di usianya yang masih mudah, ia harus menjadi seorang ibu untuk anaknya yang bernama Rendra. Rendra Kresna graha anak laki-laki berusia 4 tahun memiliki, pipi gembul, kulit putih. Bila ia tertawa akan membuat semua orang gemas.
All Rights Reserved
#26
mamamuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Siapa Kau, Mama? - 𝐍𝐚𝐡𝐲𝐮𝐜𝐤
  • zeandra dan Marsha...
  • N E L A N G S A(END)
  • MAS SUAMI (END)
  • Obsesi Kepada Teman Sekelas (END)
  • 17th I'M COMING
  • [OUR] LITTLE ANGEL
  • TAKDIR ANGELINA CHRISTY (END)

"Bagaimana bisa aku mimpi bertemu Mama kalau aku tidak tahu Mama itu seperti apa Pa?" "Karena itu Papa akan beritahu rahasianya. Kamu mau?" Tawaran Jaemin dengan cepat disambut anggukan ribut putranya. "-apa yang kamu pikirkan tentang Mama?" "Cantik." Jaemin kembali tersenyum ketika mengusap kening sang putra. "Sangat cantik. Mama mu benar-benar cantik.." Jawab Jaemin, kali ini balas Yuta yang tersenyum lebar. "-lalu siapa yang kamu bayangkan saat kamu memikirkan kata cantik?" Jaemin kembali bertanya, membuat Yuta menunjukkan tampang berpikir -seperti sedang mengingat-ingat sesuatu. "Auntie Renjun cantik sih.. Tapi aku tidak yakin jika Mama cerewet seperti Auntie." Jaemin menahan kekehannya, '𝘔𝘢𝘮𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘤𝘦𝘳𝘦𝘸𝘦𝘵 𝘭𝘢𝘨𝘪, 𝘴𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨..' "-eumb.. Sekretaris Papa, Bibi di kedai ice cream, Ibu guru. Kecuali Auntie Renjun aku tidak suka mereka." Balas Yuta langsung merengut, kembali ia mendongak untuk menatap tajam sang Papa yang terkekeh pelan ketika melihat ekspresi putra kecilnya. "-Bibi Haechan! Bibi Haechan sangaaaat cantik kan Pa?" Yuta menatap Jaemin dengan tatapan berbinar. Membuat Jaemin menggigit bibir dalam, ia menahan air matanya yang mulai berkaca. Kembali pula direngkuh tubuh kecil jagoannya, ia bawa untuk lebih dekat lagi dengan tubuhnya. "Cantik. Cantik sekali." Begitu mendapat persetujuan dari si Papa, Yuta bersorak kecil. "Yippie!" "Maka pikirkan Bibi Haechan." "Ha, siapa Papa?" "Dan kamu akan bertemu dengan Mamamu di dalam mimpi." "Begitu?" Jaemin mengangguk dengan senyuman lembut. "Tidurlah sayang.."

More details
WpActionLinkContent Guidelines