DENVER (Hiatus)

DENVER (Hiatus)

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 1, 2022
Gimana jadinya kalau seorang Polisi mempunyai kelebihan yang tidak ada di manusia biasa? ⚠️FOLLOW DULUU DONGG [Masih on going yaa seru deh kalo baca yang masih on going gini hehe] ••• Denver memandangi sekitar hutan yang ditumbuhi pohon-pohon nan tinggi dan daunya lebat menjulang keatas bahkan awan pun tak bisa dilihat dibuatnya untung hari masih siang jadi masih bisa melihat keadaan sekitar. Krekk,krekk(suara seseorang menginjak ranting) "Ahh kau disini rupanya?"Denver mendekat Kesumber suara. Dan menemukan seseorang bersandar di pohon besar.orang yang disitu menatap Denver pasrah ia tidak ada tenaga lagi untuk lari apalagi sekarang kakinya terluka. Denver mendekatti Black santai menyeringai "Akhirnya aku menangkapmu,kau tau kau sudah terkena tembakan disini jadi kau tidak bisa lari jauh"Denver menekan luka di kaki Black dengan kerass. "Akhhhh"Black berteriak kesakitan Tapi setelah itu Black tertawa mengejek Denver "haha Denver Denverr,kau kira aku yang melakukan semua itu haa?" Denver memiringkan kepalanya tidak mengerti,ia makin menekan luka Black "Jangan bermain denganku Black..." "Akhhh Brengshekk"Black menepis tangan Denver dilukanya. "Biar ku katakan"Black memajukan badannya mendekatkan mulutnya ketelinga Denver. "itu bukan aku"Black berbisik Denver menatap Black dengan penuh amarahz Melihat tatapan Denver,Black mengajukan diri untuk di baca memorinya "Kau bisa membaca memori ku jika kau mau,aku sangat bersedia lagi pula aku sudah lepas dari iblis itu"Black kembali menyandarkan dirinya kepohon Denver semakin tidak mengertii akhirnya ia memutuskan untuk membaca memori orang itu. "Kau..?" dan....... Yuk baca kelanjutan cerita DENVER ⚠️jangan lupa Vote yaaa😊
All Rights Reserved
#124
criminal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • • D I V I N E__ D E C R E E, FA T E •
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • In The Sea Of Blood I Walk
  • Takdir Kalea [Revisi]
  • Lightshadow
  • The Dark Side(END)
  • The Secret of Ice Girl [Selesai]

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines