Story cover for Sayap Biru by maudykhair
Sayap Biru
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jul 29, 2022
Biru sapaan akrabnya, diambil dari nama belakangnya, Sayap Biru. Fungsi sayap adalah untuk terbang tinggi kemanapun yang diinginkan, dan biru adalah warna langit cerah yang indah. Besar sekali harapan orangtua Sayap Biru agar anaknya dapat terbang tinggi di langit yang cerah seperti burung-burung indah.

Perkara jalan kehidupan yang membingungkan, tidak sedikit hal buruk ikut serta lelap dalam tidur dan hadir dimimpi. Kehidupan tak selalu mulus, katanya. Meskipun banyak jala hancur di hadapannya, Biru tetap menjaga akal warasnya untuk tetap berfikir baik jalan keluar selalu ada.

Keluarganya hancur, ayah dan ibunya memiliki kehidupan lain dengan keluarga lainnya. Biru hidup dengan dilema tentang banyak hal dimasa depan, termasuk kebahagiaan adik-adiknya. "Anak pertama selalu jadi yang pertamakali merasa punya tanggungjawab yang besar, bolehkah yang lain ikut merasakan beban ini? Saya mau berbagi dengan yang lain jika ada jalannya". 

Hampir setiap hari gebukan keras dari otaknya yang sering buntu akal itu datang dan membuatnya setengah depresi. Tapi Biru tidak mengalah pada keadaan yang seharusnya sudah membuat dia jadi pasien di Rumah Sakit Jiwa.
All Rights Reserved
Sign up to add Sayap Biru to your library and receive updates
or
#170anakpertama
Content Guidelines
You may also like
"Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END] by aksaraberbicara_
22 parts Complete
[Belum direvisi, EYD berantakan] Pernahkah kalian mendengar kalimat ini, "Setiap kebahagiaan yang kamu berikan kepada orang lain, akan kembali kepadamu bahkan lebih indah" Arka, seorang bocah yang belum genap berusia 15 tahun termenung mendengar kalimat itu diucapkan untuknya. Yahh.. Arka cukup memepercayainya. Tak ada manusia yang hidup tanpa sebuah cobaan, baik si kaya maupun si miskin memiliki cerita, luka dan tawanya masing masing. Tentu saja tak jarang, manusia diturunkan oleh semesta sebagai perantara penguji untuk sesama manusia lainnya. Karena itu, Terkadang rasa sakit yang paling nyata berasal dari orang terdekat, maka level tertinggi dari emasnya hati seseorang adalah memaafkan dan mengikhlaskan. Bagai berada didalam Andala, rasanya sungguh menyesakkan. Akan sangat sulit berdamai, namun Arka akan selalu mencoba memaafkan. Bukankah dunia hanya bersifat fana? Tentu saja, kalimat diatas bukan lah kata kataku. Kutipan itu berasal dari sebuah novel yang Arka baca, dan dari sana lah Arka mendapatkan kekuatan. Membuat orang lain terus merasa bahagia, tentu saja hal itu diluar kemampuannya. Tapi sungguh ketika orang lain tersenyum karena dirinya, adalah sesuatu yang berharga. Karena itu Arka sangat gemar menularkan tawanya untuk semesta, namun ia justru sering kali lupa bagaimana cara tersenyum ketika sendirian. Maka berterima kasihlah ia kepada setiap novel yang dibacanya, buku buku yang penuh rangkai kata indah itu selalu berhasil membawanya kekehidupan penuh warna. Karakter fiksi yang tercipta dari rasa sakit ataupun keinginan terpendam para penulis itu mampu menariknya dari kegelapan. Jadi jika kalian memutuskan untuk mengikuti keteguhan hati seorang bocah kecil kesayangan kedua abangnya ini, Maka ku ucapkan selamat datang pada kehidupan bahagia Arka Arelio! -Y21 September 2022 (Selesai dipublish pada : Minggu, 9 April 2023 Pukul 16.24 wib)
You may also like
Slide 1 of 8
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
A Letter to My Sister cover
Selaksa Lara (On Going) cover
𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛 cover
Semesta untuk sean cover
Intan dan printilan nya (gen13)  cover
"Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END] cover
Damian Arutala [DI TERBITKAN] cover

Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]

13 parts Ongoing

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."