STONEGYNE

STONEGYNE

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 1, 2023
Terkadang kamu mencintai seseorang yang jauh darimu. Tiket bus, tiket pesawat, kereta cepat, bus metro, dan banyak lagi semuanya memiliki arti yang berbeda dalam bahasa. Kadang-kadang kamu memeriksa cuaca kota itu, "Besok dingin, sebaiknya berpakaian tebal". Kadang-kadang kamu mendukung tim kota itu, "3 poin hilang dengan penalti yang tidak adil" Terkadang kamu memperhatikan sepenuhnya ketika membaca berita tentang kota itu, apapun dan kapanpun. Pernahkah kamu mencintai seseorang yang hatinya dekat tapi kotanya jauh? Tahukah kamu apa itu jarak? Jarak adalah alasan perubahan nada saat berbicara ditelepon. "Halo, aku sangat merindukanmu"
All Rights Reserved
#15
fiksiumun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • Malam biru 24 April
  • Rainbow Mist ✔️
  • Alara Or Alana [END]
  • in ROOM
  • AYKARLAND
  • ANNADELLA [Tamat]
  • Kepingan Hati yang Hilang
  • Meet Again ; Ketika Kisah Belum Usai [End✓]

"Bruk!' "Aduhh pantat gue!" ringis Alya lalu menepuk-nepuk pantatnya yang baru saja berciuman dengan lantai. "Lo makanya kalo jalan pake mata!" ketus Alya. Sedangkan cowok yang didepannya hanya memasanag wajah datar andalannya. "Dimana-mana kalo jalan itu pake kaki bukan pake mata" ucap cowok sambil tersenyum sinis. "Arghh! Lo tuh ya pagi-pagi udah bikin gue kesel aja!" ucap Alya mengebu-gebu. "Bodoamat" ucap cowok itu cuek lalu melanjutkan langkahnya. "ATTHEO ADINATA BRAMASTA! GUE BENCI LO!!" teriak Alya membuat Theo menghentikan langkahnya dan membuat beberapa ornag menatap mereka berdua penasaran. Theo berbalik lalu berjalan menuju Alya yang masih dengan mukanya yang memerah karena menahan marah. "Iya sekarang lo boleh benci sama gue tapi-" Theo membungkuk badannya lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Alya. "Suatu saat lo bakalan Cinta sama gue, karena dari benci bisa jadi Cinta" bisik Theo membuat beberpa orang disana berteriak histeris, sedangkan Alya hanya mematung mendengar ucapan Theo. Setelah membisikan kata itu Theo pergi meninggalkan Alya yang masih diam mematung ditempat. Hola guyss gimana kelanjutan cerita guyss? Penasaran? Makanya baca cerita lengkapnya ya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines