We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
RAMMA LAURENT (END): GAJE

RAMMA LAURENT (END): GAJE

  • WpView
    Reads 13,024
  • WpVote
    Votes 700
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Sat, Jun 7, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Harks menghampiri seorang pria parubaya yang sedang berbincang dengan kenalannya ditengah tengah pesta. Harks membisikkan sesuatu di samping telinga orang itu, dan sukses membuatnya membelalakkan mata karena terkejut dengan berita yang disampaikan Harks. "Kamu tidak berbohong? Sudah kamu pastikan kebenarannya?" ucap orang itu yang tidak lain adalah Davidson. Pemilik perusahaan raksasa yang bergerak di bidang konstruksi dan teknologi. Tidak ada seorang pun yang tahu bahwa pengusaha muda dan sukses itu kini sedang mengawasi seseorang yang paling dirindukannya dibalik kesuksesannya saat ini. "Saya tidak berbohong tuan. Saya berbicara dengan dia duapuluh menit yang lalu. Saya yakin dia masih ada di pesta ini" "Bagaimana bisa dia ada disini?" "Putra pak Verdi. Sepertinya dia berteman baik dengannya" "Putra pak Verdi.." David berpikir sejenak. Walaupun sebenarnya jantungnya berdegub kencang saat ini sejak dia mendengar berita dari Harks bahwa Rama ada di tempat ini. Putranya yang sangat dirindukannya kini berada dibawa atap yang sama dan di ruangan yang sama dengannya. Sudah sepuluh tahun sejak dia terakhir kali melihat putranya itu. Lalu bagaimana sekarang? Apa dia akan mengenali putranya jika mereka bertemu? Atau jangan jangan dia sudah berpapasan dengannya tetapi dia tidak mengenali anaknya sendiri. Oh tidak. Dirinya pasti sangat mengecewakan. Rama yang selama ini bergelut sendirian dengan sulitnya kehidupan disaat usianya masih sangat muda, dia yang hidup merangkak sendirian berusaha bertahan hidup meski dia tidak tau untuk apa dan dari apa dia bisa ada di dunia ini. Dia akhirnya akan bertemu dengan ayahnya. Bagaimana Rama akan menanggapi ini semua??
All Rights Reserved
#122
kekayaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Name Is Erwinda
  • The Perfect Strangers
  • Dunia Milik Sang Posesif [END]
  • Jika Nanti Aku Kembali
  • GRIZLEN {On Going}
  • Steffan Javis ( TERBIT )
  • My Sweet Heart 18+(COMPLETE)
  • Sepasang Sayap [Complete]
  • AIRA [On Going]

"Ayah!" ujar gadis kecil dipelukan Danu. "Aku sayang, Ayah!" ucapnya lagi, dan kali ini Danu benar-benar terharu. Baru kali ini ia dipanggil dengan sebutan Ayah di umurnya yang hampir kepala tiga. Danu mempercepat langkahnya menuju puskesmas terdekat, mengingat gadis itu sudah banyak kehabisan darah, lemas. Saat tiba di depan gedung putih dengan papan nama 'Puskesmas' yang terpasang di bangunan itu, gadis kecil tersebut tidak sadarkan diri lagi hingga ditangani oleh Dokter yang datang dari kota. "Apa anda ayahnya?" tanya sang Dokter usai memeriksa keadaan gadis malang itu. "Hm, a--aku... Aku bukan ayahnya ataupun keluarganya." jawab Danu. "Keponakan saya menemukannya di hutan saat kami mencari kayu bakar!" sambungnya takut dikira penculik apalagi pembunuh oleh orang lain, sungguh ia tak sekejam itu. "Oh, baiklah ikut ke ruangan saya!" Dokter menjelaskan bahwa gadis yang ia temukan itu sekarang sudah membaik, ia sangat bersyukur Danu membawanya tepat waktu kalau tidak mungkin nyawanya sudah melayang. ____ "Aku Arin, namamu siapa?" tanya keponakan Danu pada gadis yang baru pertama kali ia bawa berkeliling semenjak gadis itu dirawat. Gadis itu hanya terdiam, karena sudah lama menunggu uluran tangannya diterima Arin segera menurunkannya. Gadis itu nampak bingung, yang ia ingat hanyalah ayah. Padahal yang ia panggil ayah bukanlah ayahnya, sungguh prihatin. "Erwinda, namamu Erwinda." ucap Danu membuat semua tercengang, termasuk Dani adiknya. "Istrimu, itukan nama istrimu," ujar Arum adik iparnya itu. "Ya, kurasa nama itu cocok untuknya!" senyum kini terlukis di wajah Danu, sebelumnya hanya ekspresi datar yang ia tunjukkan setelah kepergian Erwinda istrinya. Gadis Itupun ikut tersenyum, sepertinya ia menyukai nama yang diberikan kepadanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines