RAMMA LAURENT (END): GAJE

RAMMA LAURENT (END): GAJE

  • WpView
    LECTURES 12,934
  • WpVote
    Votes 700
  • WpPart
    Chapitres 33
WpMetadataReadTerminé sam., juin 7, 2025
Harks menghampiri seorang pria parubaya yang sedang berbincang dengan kenalannya ditengah tengah pesta. Harks membisikkan sesuatu di samping telinga orang itu, dan sukses membuatnya membelalakkan mata karena terkejut dengan berita yang disampaikan Harks. "Kamu tidak berbohong? Sudah kamu pastikan kebenarannya?" ucap orang itu yang tidak lain adalah Davidson. Pemilik perusahaan raksasa yang bergerak di bidang konstruksi dan teknologi. Tidak ada seorang pun yang tahu bahwa pengusaha muda dan sukses itu kini sedang mengawasi seseorang yang paling dirindukannya dibalik kesuksesannya saat ini. "Saya tidak berbohong tuan. Saya berbicara dengan dia duapuluh menit yang lalu. Saya yakin dia masih ada di pesta ini" "Bagaimana bisa dia ada disini?" "Putra pak Verdi. Sepertinya dia berteman baik dengannya" "Putra pak Verdi.." David berpikir sejenak. Walaupun sebenarnya jantungnya berdegub kencang saat ini sejak dia mendengar berita dari Harks bahwa Rama ada di tempat ini. Putranya yang sangat dirindukannya kini berada dibawa atap yang sama dan di ruangan yang sama dengannya. Sudah sepuluh tahun sejak dia terakhir kali melihat putranya itu. Lalu bagaimana sekarang? Apa dia akan mengenali putranya jika mereka bertemu? Atau jangan jangan dia sudah berpapasan dengannya tetapi dia tidak mengenali anaknya sendiri. Oh tidak. Dirinya pasti sangat mengecewakan. Rama yang selama ini bergelut sendirian dengan sulitnya kehidupan disaat usianya masih sangat muda, dia yang hidup merangkak sendirian berusaha bertahan hidup meski dia tidak tau untuk apa dan dari apa dia bisa ada di dunia ini. Dia akhirnya akan bertemu dengan ayahnya. Bagaimana Rama akan menanggapi ini semua??
Tous Droits Réservés
#285
dady
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Jovanka dan Abang Kembar
  • DIA PERGI?!
  • HOT DADDY 1 (TAMAT)
  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Forbidden Love [Completed]
  • Dunia Milik Sang Posesif [END]
  • The Perfect Strangers
  • Steffan Javis ( TERBIT )
  • TK A

Hendra dan Narendra Dewantara terlahir dengan beban yang tak mereka mengerti. Sejak kecil, mereka harus mendengar bisikan-bisikan bahwa mereka adalah anak pembawa sial. Namun, di balik semua itu, mereka masih memiliki kasih sayang dari kedua orang tua mereka-setidaknya hingga bayi kecil itu lahir. Jovanka, adik bungsu mereka, hadir ke dunia dengan membawa perubahan besar. Kehadirannya mengubah segalanya. Orang tua mereka, Dewantara dan Cinthya, yang dulu begitu menyayangi mereka, perlahan menjauh. Semua perhatian, semua kasih sayang, semua harapan yang dulu diberikan untuk mereka, kini hanya tertuju pada satu sosok-Jovanka. Hendra dan Narendra tumbuh dengan kebencian yang tak mereka pahami. Bagi mereka, Jovanka adalah alasan mereka kehilangan orang tua. Bayi mungil itu adalah penyebab semua kehancuran. Maka, tanpa sadar, mereka ikut menjauh. Mereka membiarkan adik mereka tumbuh sendirian dalam dingin, tanpa pelukan hangat seorang kakak. Namun, waktu mengajarkan mereka banyak hal. Perlahan, kebenaran terungkap. Luka yang selama ini mereka kira milik mereka saja, ternyata juga terukir dalam diri Jovanka. Dan saat mereka menyadari itu, sudah terlambat. Adik mereka telah berjalan terlalu jauh dalam gelap, terjebak dalam luka yang tak pernah mereka lihat. Kini, di antara penyesalan dan keinginan untuk menebus segalanya, Hendra dan Narendra berjanji. Mereka tidak akan membiarkan Jovanka menghadapi semuanya sendirian lagi. Tidak peduli berapa banyak duri yang harus mereka lalui, tidak peduli seberapa terlambat mereka menyadarinya-mereka akan memastikan adik mereka tidak lagi merasa sendirian. Namun, apakah cinta dan penyesalan cukup untuk menyembuhkan luka yang telah terukir begitu dalam? Ataukah semua ini sudah terlambat? Karena tak peduli seberapa besar keinginan mereka untuk melindungi, pada akhirnya hanya ada satu pertanyaan yang harus dijawab: apakah seorang pangeran yang telah kehilangan mahkotanya masih bisa menemukan rumahnya?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu