Na-update namin ang aming Mga Alituntunin sa Nilalaman.
Suriin ang pinakabagong mga alituntunin para patuloy na makapagbahagi ng mga kuwento nang ligtas.
Matuto pa
JOSHUA

JOSHUA

  • WpView
    MGA BUMASA 6
  • WpVote
    Mga Boto 4
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Sep 28, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Joshua Atmajaya, seorang mahasiswa fotografi yang dengan sebuah alasan sangat membenci hujan. Suatu hari, ia harus meneduh di sebuah mushola kecil karena tidak ingin berkendara saat hujan. Ketika sedang menyandarkan punggungnya, tiba-tiba sebuah pemandangan indah dari anak kecil yang bermain hujan menarik perhatianya. "Sempurna!" Seorang gadis muslimah yang sedang menadah air hujan seakan menjadi objek yang sangat menarik sampai ia tidak bisa melewatkan kesempatan untuk memotretnya diam-diam. Nurzafira Amanda, seorang mahasiswi jurusan pendidikan yang memiliki senyum tulus itu agaknya telah menjadi objek utama untuk seorang laki-laki dengan bekas luka di dahi kirinya itu.
All Rights Reserved
#599
muslimah
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Dalam Rintik yang Sama
  • rain untuk senja
  • Raina Maramitha
  • RAYGARA (SELESAI)
  • Rindro (SELESAI)
  • The Last Birthday With You
  • Haters and Lovers of Rain [END]

Raina mencintai hujan, lebih dari apa pun. Ada ketenangan dalam setiap tetesnya-seolah langit paham cara menyentuh luka yang tak terlihat. Di balik senyum tipis dan tatapan yang tenang, tersimpan cerita yang tak semua orang tahu. Ia bukan gadis yang suka bercerita. Tidak tentang mimpi-mimpinya, tidak tentang ketakutannya yang diam-diam menjerat. Laut adalah satu dari sedikit hal yang tak pernah ingin ia dekati. Terlalu dalam, terlalu gelap, terlalu mengingatkan pada sesuatu yang hilang. Sekolah menjadi panggung tempat ia bersembunyi di balik rutinitas. Sahabat, tawa, sedikit pertengkaran dengan seseorang yang terlalu usil untuk diabaikan-semuanya cukup untuk membuat hidupnya tampak biasa. Tapi tidak semua luka bisa sembuh hanya dengan waktu. Dan tidak semua hati bisa tetap utuh, bahkan saat hujan terus turun.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman