Mari Berumah Tangga

Mari Berumah Tangga

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 11, 2022
"Mari berumah tangga. " tiga kata yang menurut Mikha horor. Bagaimana tidak horor, lelaki yang sudah membantunya tetapi ia tidak tau siapa namanya kini sedang berdiri di hadapan dirinya mengajaknya untuk berumah tangga, dan parahnya di depan para tamu undangan yang hadir di tempatnya berkerja sebagai pelayan di acara pernikahan. Dan para tamu kini sedang menatap Mikha dengan kaget karena lelaki yang sedang melamarnya adalah salah satu tamu undangan yang merupakan mantan dari mempelai wanita. "Terima, Terima, terima," teriak beberapa orang sambil bertepuk tangan, ada beberapa tamu juga yang hanya diam tidak suka. ingin menolak, tapi teringat bahwa lelaki inilah yang sudah menolongnya mengganti rugi gaun pengantin wanita yang ia kotori karena kecerobohannya, menolaknya sama saja ia sudah mempermalukannya bukan. Jika di terima pun Mikha belum siap untuk menikah, jangankan untuk menikah sungguhan untuk memikirkannya saja ia sudah malas. Gala mensejajarkan wajahnya dengan Mikha, "Bagaimana? Apakah kamu mau menjadi istri saya?" Mikha yang di tatap oleh Gala dengan intens seakan terhipnotis, dan dengan bodohnya dia malah mengangguk. "Mungkin gue bakalan gila abis ini. " Batin Mikha. Start : 20.08.22
All Rights Reserved
#448
ngakak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Teruntuk Kamu Pemilik Suara [SELESAI]
  • Weird Wedding ✓
  • AMNESIAL (END)
  • BENANG MERAH
  • DIALOG TIPIS
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • DESTINY OF MY LIFE (END)
  • Ikatan Tanpa Pilihan
  • Binar yang Tak Selaras
  • Dia Suamiku (ENDING)

[PUBLISH ULANG - FREE FOR READ] Hilya Mafaza Azizi, gadis manis yang mengagumi seseorang tanpa tahu wujud dan rupa orang tersebut. Semuanya bermula saat Hilya mendengar suara merdu nan lembut tiap waktu salat tiba. Ya, Hilya menyukai si Muazin itu hanya dengan mendengar suaranya. BLURB : "STOP! STOP!," Anna yang sedaritadi diam menyaksikan bangkit dari duduknya. Menatap Rakha dingin, "kamu? Rakha, kan? Yang kemarin nyatain perasaan ke Hilya?. Mendingan pergi, deh!." Anna tersenyum samar bersamaan dengan wajahnya yang kembali dingin. __ "Saya terima nikah dan kawinnya Aqlima Razanna...." Tak lama setelah itu kata 'sah' pun terucap, disambut dengan lafadz hamdallah dari para tamu yang hadir. Tak kuasa membendung air mata, Hilya menunduk dalam guna menghindari tatapan orang disekitar yang bisa saja melirik ke arahnya. Sementara Anna, gadis berpashmina putih itu menoleh ke arah belakang. Terlihat dari posisi duduknya saat ini, Hilya tengah menunduk. Tak bisa dipastikan ekspresi sahabatnya itu. Walau, Hilya sendiri pernah mengatakan padanya bahwa dia tidak ada perasaan apapun terhadap lelaki yang kini telah menjadi teman hidupnya. Tetap saja, rasa was-was melingkupi sebagian hati kecilnya. Anna takut, apa yang Hilya katakan waktu itu adalah upaya gadis itu agar pernikahannya dengan Rakha berjalan dengan lancar. Sedangkan perasaan gadis itu terhadap lelaki disamping masih berbekas. Ia takut hal itu ada pada Hilya. Ia takut menyakiti Hilya. Disini, puncak permasalahan berasal dari dirinya. __ Bahagia atau sedihkah, ketika aku telah mengetahui siapa si Pemilik Suara itu?. -Hilya Mafaza Azizi- __ Kini aku semakin percaya dengan pribahasa ini 'Jodoh itu seperti setumpukan tempe, tidak ada yang tahu', begitu. -Penulis- __ Kisah yang sungguh rumit? Kalian berhasil menemukan nya. Inilah dia!. __ Published on 09 April 2019 Finished on 30 Mei 2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines