Mari Berumah Tangga

Mari Berumah Tangga

  • WpView
    Reads 84
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 11, 2022
"Mari berumah tangga. " tiga kata yang menurut Mikha horor. Bagaimana tidak horor, lelaki yang sudah membantunya tetapi ia tidak tau siapa namanya kini sedang berdiri di hadapan dirinya mengajaknya untuk berumah tangga, dan parahnya di depan para tamu undangan yang hadir di tempatnya berkerja sebagai pelayan di acara pernikahan. Dan para tamu kini sedang menatap Mikha dengan kaget karena lelaki yang sedang melamarnya adalah salah satu tamu undangan yang merupakan mantan dari mempelai wanita. "Terima, Terima, terima," teriak beberapa orang sambil bertepuk tangan, ada beberapa tamu juga yang hanya diam tidak suka. ingin menolak, tapi teringat bahwa lelaki inilah yang sudah menolongnya mengganti rugi gaun pengantin wanita yang ia kotori karena kecerobohannya, menolaknya sama saja ia sudah mempermalukannya bukan. Jika di terima pun Mikha belum siap untuk menikah, jangankan untuk menikah sungguhan untuk memikirkannya saja ia sudah malas. Gala mensejajarkan wajahnya dengan Mikha, "Bagaimana? Apakah kamu mau menjadi istri saya?" Mikha yang di tatap oleh Gala dengan intens seakan terhipnotis, dan dengan bodohnya dia malah mengangguk. "Mungkin gue bakalan gila abis ini. " Batin Mikha. Start : 20.08.22
All Rights Reserved
#32
ngakak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DIALOG TIPIS
  • Mawar Hitam Berdarah
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • BENANG MERAH
  • Weird Wedding ✓
  • Mr. & Mrs. Brijaya ✔️
  • AMNESIAL (END)
  • Bangun Cinta Satu Atap
  • Ikatan Tanpa Pilihan
  • Lio & Aqila (END)

Menikah? Nggak ada di rencana hidupku, setidaknya sampai aku ketemu sama cowo yang bisa bikin aku bucin mampus. Nggak ada cerita nikah, apalagi nikah sama orang yang lamarannya ditolak sama Kakaku sendiri...oh NO! Tapi di sinilah aku sekarang-terjebak dalam rumah tangga dengan suami yang lebih pendiam dari tembok kamar. Demi Tuhan ini sih batu, bukan orang.. Anggukan, gelengan, lirikan atau 'hmm' doang?Tolong, ini itu rumah tangga, bukan film tanpa dialog. Nonton bokep dimute aja kurang seru apalagi pernikahan tanpa suara...HAMPA! Lama-lama aku jadi dilema: harus nyerah aja dan ikut diem? Atau terus bikin drama biar rumah ini nggak serasa tempat meditasi? _sayangnya tanpa perlu dibikin pun, drama itu telah datang sendiri pada Arunika dalam bentuk badai kecil yang terus berdatangan. Akankah Arunika sanggup bertahan? dan jika dia tak sanggup sekalipun apakah suaminya akan menjadi batu yang nyaman untuk dijadikan sandaran?

More details
WpActionLinkContent Guidelines