Dandelions (on Going)

Dandelions (on Going)

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 16, 2022
Bukan tentang setitik luka yang mereka beri, namun ini tentang, seberapa banyak luka yang telah ia simpan. Bukan tentang rumah yang memiliki atap yang bocor, namun ini tentang, rumah megah tampa penerang, dan selimut yang hangat. Mengapa harus aku yang menjelaskan, sedangkan dia yang bersalah. Apa ini adil untuk ku? Tolong jelaskan di mana letak keadilan itu? .... Jangan lihat dari sudut pandang mu saja, tapi mari lihat dari sudut pandangku juga. 'Bukankah kau ingin menemukan titik terangnya?' Kau hanya memeluk kaktus. tapi aku harus melewati tumpukan jerami yang di penuhi dengan jarum, untuk bisa memeluk kaktus bersama mu. Bodoh bukan? Tapi inilah nyatanya. "Aku rela sakit, demi sebuah rasa sakit yang baru" eisha narezza. Selamat datang di zona asy Selamat membaca Semoga suka Publish : 31 juli 2022
All Rights Reserved
#7
dendan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HOME FOR WOUNDS
  • VEXYOPATH
  • ARZIO [SELESAI]
  • Anna's Secret [END]
  • Esya {TERBIT}
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • Darsa (END)
  • Garis Takdir Sera [ON GOING]
  • Kesucian yang ternodai

Delapan jiwa yang terluka, terikat oleh benang-benang trauma dan rasa sakit yang tak terlihat. Mereka semua memiliki luka yang berbeda-beda, namun mereka semua memiliki satu tujuan yang sama: membangun rumah bernama persahabatan, mencari kebahagiaan dan melupakan masa lalu yang kelam. Namun, konflik dan rasa sakit yang masih ada di antara mereka seperti api yang terus membakar, menghancurkan harapan dan impian mereka. Mereka harus menghadapi kenyataan bahwa masa lalu tidak dapat diubah, namun mereka dapat memilih untuk tidak terjebak di dalamnya. Namun, apakah mereka dapat melupakan rasa sakit yang telah mereka alami? Apakah mereka dapat memaafkan orang-orang yang telah menyakiti mereka? Dalam perjalanan mereka, mereka menemukan cinta dan persahabatan yang sebenarnya. Namun, apakah itu cukup untuk mengobati luka-luka yang terdalam? Atau apakah mereka akan terus terjebak dalam lingkaran setan trauma dan rasa sakit? Mereka harus memilih antara terjebak dalam masa lalu yang kelam atau melangkah maju ke masa depan yang tidak pasti. Akan mereka menemukan kebahagiaan yang mereka cari? Atau akan mereka terus hidup dalam bayang-bayang trauma dan rasa sakit? Hanya waktu yang dapat menjawabnya. ✨✨✨ happy reading πŸ“– vote dan komen untuk mendukung penulis😁 tekan tombol bintang (vote) tidak membuatmu rugi ✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines