A K S A

A K S A

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 31, 2022
Rayyan selalu bertanya dalam diam. Namun, tetap berharap dapatkan jawaban. Kepalanya selalu ramai, meski pada nyatanya ia lebih sering dikelilingi sepi. Hidupnya begitu lengkap, tapi rasanya tetap terlalu sunyi. Tugasnya adalah harus selalu mengerti, kendati lelah menghampiri. Anak itu senang sekali menganalisa apa pun yang terjadi di sekitarnya. Hingga pada satu waktu, tanya itu menguar di udara. Retakkan beberapa hati yang selama ini mati. "Bunda, apa harus jatuh dulu supaya bisa direngkuh?" "Abang, kenapa yang paling dekat seringkali tidak terlihat?" ©2022
All Rights Reserved
#117
nctlokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • UNTUK NADINE
  • Renjana Niskala [slow up]
  • AKHIR (END) ✔
  • Savor The Sweetness!
  • Sisa Ingatan
  • ADARUSA | Park Jisung (TAHAP REVISI)
  • Hospital Playlist (✔)
  • Me and my illness ; Renjun
  • BUANA | Johnny, Mark, dan Haechan [COMPLETED]
  • Renjana [COMPLETED]

Dulu, Nadine adalah matahari kecil di rumah itu. Sejak kecil, tawa Nadine selalu jadi suara paling riuh di pagi hari. Ia yang membangunkan Reyhan dengan menyelipkan es batu ke punggung kakaknya, atau menggoda dengan mencoret-coret wajah Reyhan saat tertidur. Rumah yang sepi tanpa Ibu dan Ayah karena pekerjaan, tetap terasa hidup karena Nadine. Tapi itu dulu. Semenjak kematian Ibu, Nadine berubah. Tak ada lagi tawa yang menggema dari kamarnya. Tak ada langkah kecil berlari di koridor rumah. Tak ada pelukan hangat yang menyambut Reyhan saat pulang kuliah. Yang ada hanya keheningan. Yang tersisa hanya bayangan. Nadine lebih sering mengurung diri di kamar, menutup tirai rapat-rapat, dan menolak berbicara. Sekalipun Reyhan berusaha membuka percakapan, jawaban Nadine singkat, kadang hanya anggukan. Kadang tak menjawab sama sekali. Reyhan tahu, kehilangan Ibu menghancurkan dunia adiknya. Tapi tak pernah ia menyangka, luka itu begitu dalam hingga menenggelamkan Nadine perlahan-lahan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines