OUR STORY

OUR STORY

  • WpView
    GELESEN 21
  • WpVote
    Stimmen 4
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Aug. 5, 2022
"Kamu akan ku kenalkan kepada umi dan Abi ku!" Teriak Naufal dari jauh, sambil memamerkan senyuman yang merekah. "Semoga kamu menepati janjimu itu Naufal" Balas Aliza sedikit keras. _ BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA jangan lupa vote dan coment nya, supaya lebih semangat lagi nulisnya. MURNI KETIKAN SENDIRI📌 Semoga suka dengan ceritanya, selamat membaca~
Alle Rechte vorbehalten
#424
ceria
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Memories in Moon
  • dimana janji tersebut
  • Epilog Tanpa Prolog
  • Amelia
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • SENJA UNTUK ALESHA
  • Because I'm Stupid (End)
  • Tiga Belas Misi ✔️
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien