Cullen
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 16, 2022
Cullen Ferdi Damian atau yang sering disebut Cullen merupakan seorang anak laki-laki berusia lima belas tahun yang memiliki lika-liku kehidupan sejak usia dini. Disaat anak-anak sebayanya tengah berbahagia, entah mengapa dunia tak merestui kebahagiaan berada di pihak Cullen. Sudah biasa baginya merasakan sakit. Bahkan, ia menganggap rasa sakit itu salah satu makanan favoritnya. Apa ia akan terus hidup seperti ini? Entahlah. Ini merupakan karya orisinil dari author. Jika ada kesamaan nama, alur, latar dan sebagainya, itu hanya kebetulan belaka. Terimakasih!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Remaja dan Lukanya [END]
  • Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit)
  • Ragashka [END]
  • Dear Santa [ ON GOING ]
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Nayara [ TERBIT ]
  • HIDDEN I (The End)

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines