Jalan berhenti mencintai(lagi)

Jalan berhenti mencintai(lagi)

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 2, 2022
WpInfo
Non-Fiction
Tagsbucin
Tak semua rasa cinta harus di perjuangkan saat ini. Karna, begitu banyak waktu dan laku terbengkalai sia-sia dari percintaan yang memang belum waktunya. Satu-satunya hasilnya hanyalah kenangan yang tersisa, dari situ pun hanya sedikit bagian jadi pelajaran, kebanyakan membuat orang-orang berlebihan dalam mendambakan kembali untuk bersama dengan orang yang hatinya telah berlalu. Inilah beberapa pilihan jalur untuk beristirahat dari perbucinan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • CINTA DAN PEDANG
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Antara Aksara dan Kata
  • (One Shot) You & I
  • Who Are You ?
  • Mengkhilaskanmu Karena-Nya
  • Echoes Of Goodbye (END)

Aku percaya cinta adalah sebuah pelukan hangat, bahkan di tengah gemuruh hujan. Tapi siapa sangka, pelukan yang sama kini meninggalkan dingin di tubuhku? Kamu meninggalkanku, dan aku tak pernah siap untuk kehilanganmu. Kehilanganmu bukan sekadar perginya seseorang dalam hidupku. Kehilanganmu adalah tentang diriku yang kian merapuh, bagian-bagian dari diriku yang tercerai-berai, seperti serpihan kaca yang tak tahu bagaimana akan kembali utuh. Aku mencoba menulis surat untukmu, berharap kata-kata bisa menggantikan kehadiran yang hilang. Namun, setiap huruf yang kutulis, hanya menambah luka, mengingatkanku pada rindu yang tak akan pernah sampai kepadamu. Mungkin, mencintaimu adalah keindahan sekaligus kutukan. Sebuah hadiah yang diiringi keperihan tanpa akhir. Dan di sinilah aku, yang dalam diam melangitkan namamu. Untukmu, yang kucintai dengan penuh Namun tak pernah menyadari kehadiranku. Buku ini sengaja ditulis untuk nama yang selalu kulangitkan namun enggan untuk menyambutku, yang hadirnya pernah membuat duniaku mekar dengan indah, yang kehilangannya membuat diriku merapuh bersama serpihan luka yang ia tinggalkan. Dan buku ini sekaligus dedikasi untuk mereka yang pernah kehilangan, untuk hati yang berani mencintai meski tahu akan terluka. Karena di balik setiap tetesan air mata, selalu ada cerita yang layak untuk diceritakan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines