My Mighty Butterfly

My Mighty Butterfly

  • WpView
    LECTURAS 358
  • WpVote
    Votos 37
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ago 14, 2022
Mereka bilang aku Barbar, Tomboy, Bukan Perempuan, Gorilla. Hingga dia muncul di depanku, menolongku dan berkata "Seberapa kuatnya dirimu, kamu itu Perempuan." Jantungku yang biasanya berdetak cepat jika aku akan bertarung atau bertanding kini berdetak cepat hanya dengan perkatannya dan rupanya yang rupawan. "Aku Suka kamu!" Aku menyatakan perasaanku saat aku bertemu kembali. "Hei, Aku Suka Kamu." Aku menyapanya dengan pernyataan saat pagi bertemu. "Mau jadi pacarku?" Aku memintanya setelah makan siang dan bertemu dengannya saat hendak ke Perpustakaan saat istirahat. "Aku akan membawa medali emas dan menyatakan cintaku untuk terakhir kalinya," seruku dengan percaya diri sebelum pertandingan seleksi Sea Games. Dia tersenyum padaku tanpa kata. Aku menyukainya. Aku Amalia akan menjadikan Christian pacarku!
Todos los derechos reservados
#405
youngadult
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Cinta Berbentuk Persegi [END]
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Memoria | End
  • Because You {ON GOING}
  • Fierce Love
  • [End] After One-night Stand with the Male Protagonist
  • Dirga & Aletta (21++)
  • Secrets and Agreements
  • BAD FIANCÉ
  • Wrong Dream

Gue nggak pernah nyangka hidup gue bisa berubah drastis cuma dalam tiga hari. Dulu gue Aria yang gemuk, pemalu, dan lebih sering ngumpet di balik punggung Alice atau Tessa kalau ada cowok ganteng lewat. Tapi sekarang? Semua mata ngelirik ke arah gue setiap gue jalan di koridor sekolah. Padahal gue nggak pernah minta buat jadi pusat perhatian. Gue cuma... kehilangan berat badan karena sedih nonton film BL favorit gue. Kedengarannya konyol, ya? Tapi kenyataannya, tangisan dua hari lebih itu ngubah seluruh penampilan gue. Dan parahnya, sekarang mama sama abang gue aja sempat nggak ngenalin gue. Yang lebih aneh lagi, cowok-cowok yang dulu cuek sekarang mulai mendekat. Chris, cowok basket yang dulu ngelempar bola ke kepala gue, sekarang malah ngajak kenalan. Melker, yang biasanya dingin kayak kulkas dua pintu, tiba-tiba jadi perhatian dan mau ngobrol. Dan Adrian... dia kayak punya radar khusus buat bikin gue salah tingkah setiap detik. Bahkan candaannya yang ngeselin aja bisa bikin jantung gue deg-degan. Gue bingung harus senang atau takut. Karena gue masih Aria yang sama di dalam, cuma dunia di luar yang kelihatannya mulai berubah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido