My Mighty Butterfly

My Mighty Butterfly

  • WpView
    LECTURAS 358
  • WpVote
    Votos 37
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ago 14, 2022
Mereka bilang aku Barbar, Tomboy, Bukan Perempuan, Gorilla. Hingga dia muncul di depanku, menolongku dan berkata "Seberapa kuatnya dirimu, kamu itu Perempuan." Jantungku yang biasanya berdetak cepat jika aku akan bertarung atau bertanding kini berdetak cepat hanya dengan perkatannya dan rupanya yang rupawan. "Aku Suka kamu!" Aku menyatakan perasaanku saat aku bertemu kembali. "Hei, Aku Suka Kamu." Aku menyapanya dengan pernyataan saat pagi bertemu. "Mau jadi pacarku?" Aku memintanya setelah makan siang dan bertemu dengannya saat hendak ke Perpustakaan saat istirahat. "Aku akan membawa medali emas dan menyatakan cintaku untuk terakhir kalinya," seruku dengan percaya diri sebelum pertandingan seleksi Sea Games. Dia tersenyum padaku tanpa kata. Aku menyukainya. Aku Amalia akan menjadikan Christian pacarku!
Todos los derechos reservados
#405
youngadult
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Secrets and Agreements
  • [End] After One-night Stand with the Male Protagonist
  • Wrong Dream
  • Cinta Berbentuk Persegi [END]
  • BAD FIANCÉ
  • Because You {ON GOING}
  • Memoria | End
  • Dirga & Aletta (21++)
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Fierce Love

Young Adult. Menjalani kehidupan sebagai seorang lady escort, bukanlah pilihan yang diinginkan Jean. Semuanya ia lakukan demi melunasi hutang yang ditinggalkan oleh almarhum ayahnya. Tak ada seorang pun yang mengetahui pekerjaannya termasuk ibu dan Nala, sahabat baiknya serta Arkan, kekasihnya. Hingga suatu hari, Benzana, cowok yang terkenal dengan kenakalan serta otaknya yang mesum itu memergoki Jean saat sedang bekerja. Membuat Jean bingung. Benzana, cowok yang notabene kekasih Nala itu mengetahui rahasia terbesarnya. "Cukup turutin kemauan gue, maka rahasia lo akan aman," ujar Benzana sembari menyunggingkan senyum smirk. Jean menatap tajam ke arah Benzana. "Jangan main-main sama gue, Ben." Benzana mendengus pelan. Kemudian tertawa sinis. "Harusnya lo yang jangan main-main sama gue, Jean." Kemudian cowok itu berjalan meninggalkan Jean yang menatapnya dengan sorot mata berapi-api. Namun langkahnya terhenti. "Ngomong-ngomong, badan lo oke juga," ujarnya tanpa membalikkan badan lalu kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda. Bangsat!

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido