My Mighty Butterfly

My Mighty Butterfly

  • WpView
    Membaca 361
  • WpVote
    Vote 37
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Agt 14, 2022
WpInfo
Fiksi
Romansa
Mereka bilang aku Barbar, Tomboy, Bukan Perempuan, Gorilla. Hingga dia muncul di depanku, menolongku dan berkata "Seberapa kuatnya dirimu, kamu itu Perempuan." Jantungku yang biasanya berdetak cepat jika aku akan bertarung atau bertanding kini berdetak cepat hanya dengan perkatannya dan rupanya yang rupawan. "Aku Suka kamu!" Aku menyatakan perasaanku saat aku bertemu kembali. "Hei, Aku Suka Kamu." Aku menyapanya dengan pernyataan saat pagi bertemu. "Mau jadi pacarku?" Aku memintanya setelah makan siang dan bertemu dengannya saat hendak ke Perpustakaan saat istirahat. "Aku akan membawa medali emas dan menyatakan cintaku untuk terakhir kalinya," seruku dengan percaya diri sebelum pertandingan seleksi Sea Games. Dia tersenyum padaku tanpa kata. Aku menyukainya. Aku Amalia akan menjadikan Christian pacarku!
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Cinta Berbentuk Persegi [END]
  • 2D (Dilla & Dian)
  • RELUCTANTLY YOURS
  • Arion (End)
  • [End] After One-night Stand with the Male Protagonist
  • Wrong Dream
  • BAD FIANCÉ
  • Memoria | End
  • Dirga & Aletta (21++)

Gue nggak pernah nyangka hidup gue bisa berubah drastis cuma dalam tiga hari. Dulu gue Aria yang gemuk, pemalu, dan lebih sering ngumpet di balik punggung Alice atau Tessa kalau ada cowok ganteng lewat. Tapi sekarang? Semua mata ngelirik ke arah gue setiap gue jalan di koridor sekolah. Padahal gue nggak pernah minta buat jadi pusat perhatian. Gue cuma... kehilangan berat badan karena sedih nonton film BL favorit gue. Kedengarannya konyol, ya? Tapi kenyataannya, tangisan dua hari lebih itu ngubah seluruh penampilan gue. Dan parahnya, sekarang mama sama abang gue aja sempat nggak ngenalin gue. Yang lebih aneh lagi, cowok-cowok yang dulu cuek sekarang mulai mendekat. Chris, cowok basket yang dulu ngelempar bola ke kepala gue, sekarang malah ngajak kenalan. Melker, yang biasanya dingin kayak kulkas dua pintu, tiba-tiba jadi perhatian dan mau ngobrol. Dan Adrian... dia kayak punya radar khusus buat bikin gue salah tingkah setiap detik. Bahkan candaannya yang ngeselin aja bisa bikin jantung gue deg-degan. Gue bingung harus senang atau takut. Karena gue masih Aria yang sama di dalam, cuma dunia di luar yang kelihatannya mulai berubah.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan