EVANESCENT : Serpihan Luka

EVANESCENT : Serpihan Luka

  • WpView
    Reads 181
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 9, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Semua luka pasti ada obatnya. Memang seperti itulah hukum alam yang berlaku. Namun, bagaimana jika obat yang paling kita percayai dapat menyembuhkan, justru adalah penyebab terbukanya satu luka milik kita? Menyakitkan memang. Tapi itulah yang Naura rasakan. Mencintai seseorang dengan sepenuh hatinya, dan dengan itu dia kembali dihadapkam rasa kecewa yang sudah ia rasakan berulang kali. "Gibran... Tolong bilang ke aku kalo semua ini bohong!!" Naura menarik lengan Gibran dengan air mata yang siap meluncur kapanpun. Namun, tatapan yang Gibran perlihatkan seketika membuat pertahannya runtuh. "Andai aku bisa, pasti aku akan bilang kalo semua ini hanya mimpi Ra.." "Tapi aku enggak bisa Ra." "Maafin aku Ra. Maafin aku yang udah hadir di hidup kamu." Itulah mereka. Sepasang serpihan masa lalu, yang seharusnya tak bersatu. Baca Kisah selanjutnya dari Naura dan Gibran hanya di EVANESCENT ‼️ Banyak konflik yang akan menguras emosi‼️ 🌼🌼🌼
All Rights Reserved
#248
ceritaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TERA
  • As Time Allows
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Amērta.
  • Persona
  • Semua Tentang Luka [ END ]
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • My Brother Is My Husband✓
  • Strong Girl Michella (END)
TERA

[Completed] Tera adalah gadis yang selalu menutup kesedihannya. Banyak rahasia yang disembunyikannya, demi menutup sesuatu dari orang lain. Intinya ia tak mau orang lain larut dalam kesedihan yang dialaminya. Dia sangat rapuh, jika orang lain melihat bahwa ia terlihat kuat maka semua hanyalah kebohongan. Hingga gadis itu bertemu dengan dia, seseorang yang mampu menghilangkan kesedihan di hidupnya. Semakin mengenal lebih jauh terkuak juga bahwa mereka merasakan luka yang sama. Mereka saling menyembuhkan. Namun semua itu hanya sementara. Pada akhirnya luka yang tak diinginkan kembali menyapa. Entah siapa yang memulai, intinya mereka sama-sama menang dan kalah. Garis takdir yang memang tak bisa ditebak oleh siapapun. Bersatu atau tidak hanya Dia yang tahu. Manusia hanyalah wayang dari cerita hidup. Seperti mereka yang sangat rumit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines