PENGANGGURAN

PENGANGGURAN

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 7, 2023
Cinta datang tiba-tiba, tanpa adanya perencanaan dan paksaan dari siapapun. Ada yang namanya cinta pada pandangan pertama, ada yang dilalui dengan pendekatan yang panjang dan sebagainya. Natasya Florencia ,seorang gadis berusia 20 tahun. Dia seorang pengangguran, mengalami yang dinamakan cinta pada pandangan pertama. Awalnya dia selalu bersikap biasa- biasa saja dan selalu berusaha menampik bahwa itu hanya sekadar rasa kagum pada orang itu. Tapi, lama-kelamaan rasa itu kian membesar, dan seakan menyiksa dirinya saat dihadapkan dengan sebuah kenyataan. Lalu apa yang harus Natasya lakukan? Mengubur rasa itu akibat kenyataan tersebut atau membiarkan cinta itu kian membesar. Ini masih bicara tentang kisah percintaan nya, belum lagi masalah dirinya yang masih pengangguran dan masalah lain yang selalu menghampirinya. Penasaran? Yuk pantau terus.....
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Evanescent [END]✓
  • KATYA & SADDAM (Short Story)
  • Move On
  • False Hopes
  • DEPHELINE
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Everything
  • Alternative (completed)
  • Mendadak Khitbah
  • Sherlyta

Dua pejuang terkuat adalah kesabaran dan waktu. (BELUM REVISI) ~•~ Katanya, waktu bisa menyembuhkan segalanya. Tapi bagi sebagian orang, waktu hanya membuat luka belajar berdiam lebih dalam. Di antara pertemuan geng Renoir dan Otakata, waktu seolah sedang menulis sesuatu yang tak bisa dihindari. Rahasia masa kecil yang terkubur akhirnya muncul, membawa Ola kembali pada sesak yang lama ia pura-pura lupakan. Dunia di sekitarnya pun terasa kian sempit, penuh orang yang menukar kasih dengan harta, dan keluarga yang menuntut balas budi seolah cinta punya harga. "Katamu, semakin kamu menyayangi seseorang, semakin kamu ingin bersembunyi darinya. Sekarang aku mengerti," bisiknya lirih. "Aku menyesal ... menyesal karena tidak pernah benar-benar memahamimu." Dan di bawah langit yang bisu, hanya kata maaf yang tersisa, sebab semuanya sudah terlambat, tenggelam bersama waktu yang tak pernah memihak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines