The Untouched Mistress

The Untouched Mistress

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 1, 2026
WpInfo
Fiction
Historical
Batavia, 30 Januari 1942 merubah rumah kediaman residen Hans Oliver Jannsen menjadi lautan darah. Seluruh anggota keluarga Jannsen, termasuk pembantu dan pelayan mereka, dibunuh oleh tentara Jepang yang menerobos masuk ke dalam. "Periksa semua rumah ini, pastikan tidak ada satu orang Belanda pun yang masih hidup" titah Hirohito kepada seluruh pasukannya. Walaupun Natasha tidak mengerti bahasa Jepang, namun ia menyadari bahwa mereka akan mengelilingi rumahnya dan memeriksa setiap ruangan yang ada. "Tidak, tidak, jangan, tidak boleh. Aku tidak mau mati" gumam gadis itu dalam hati sembari menutup mulutnya, berusaha keras menahan tangisnya. ___________________________________________________ Disclaimer: Tokoh dan jalan cerita hanyalah fiksi dan berasal dari imajinasi author semata. Pembaca diharapkan bijak dalam menyikapi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Little Monster
  • ˖ ֹ੭୧ 𝐓𝐡𝐞 𝐑𝐞𝐝 𝐅𝐥𝐨𝐰𝐞𝐫 𝐏𝐚𝐭𝐡⊹ ࣪ ⑅ || 𝐌𝐓𝐏 𝐱 𝐑𝐞𝐚𝐝𝐞𝐫 ||
  • Blood and Rose
  • Veil of Lies [END]
  • Gandakusuma
  • Mythology Universe (1) : HIRAETH
  • LAVANYA
  • Indurasmi Batavia [𝒂 𝒉𝒊𝒔𝒕𝒐𝒓𝒊𝒄𝒂𝒍 𝒇𝒊𝒄𝒕𝒊𝒐𝒏]

Sore itu, aku menemukan seorang anak laki-laki kurus kerontang bagai anjing liar di ujung jalan. Memohon memintaku untuk membawanya ke rumah dengan memprihatinkan, bahkan mengaku tidak memiliki identitas apa pun atau sebait nama ketika kutanya asal-usulnya. Lantas aku mengajaknya ke rumah, merawatnya sepenuh hati, dan memberinya nama Nazael. Namun, ketika anak itu beranjak dewasa, suatu kejanggalan dan beragam konflik perasaan timbul secara berturut-turut. Hingga di titik di mana aku menyesali keputusan konyol membesarkannya sejauh ini, yang sejak awal hanya anak antah-berantah pengirim malapetaka. [ ] - DON'T COPY THIS STORY IN ANY FORM! - © 2025 written by lianilia_

More details
WpActionLinkContent Guidelines