Mereka sedang duduk di sofa apartemen Ravian, dengan Ravian dibelakang dan Gia di depannya, sedangkan Agis, Deril, Fiki, dan Juna duduk di teras beralaskan karpet bulu. Biasanya Ravian akan memeluk Gia dari belakang sambil mendaratkan dagu nya di bahu sahabatnya itu. Tapi baru saja tangannya hendak memeluk sahabatnya itu tiba-tiba Gia meringis.
"Awwwww" ringis Gia.
Sontak ringisan itu membuat Ravian beserta teman-temannya menengok kearahnya. Ravian mengerutkan keningnya lalu tersadar. Raut mukanya mendadak tidak enak. Dia berdiri lalu langsung menarik tangan Gia menuju kamarnya.
"Kenapa?" tanya Ravian tajam.
"Itu tuh jatoh dari motor hehe" ucap Gia gugup sambil menunduk dan meremas bawah bajunya.
"Gue gak bego ya, lo mau jujur atau gue cari tau sendiri?" Ravian tau Gia sedang berbohong, terbukti dengan tangannya yang meremas bajunya.
"Berantem hehe" cicit Gia.
Ravian menghela napas lelah, tebakannya ternyata tidak salah. Ravian tau sahabatnya itu hobi berkelahi, tapi biasanya dia tidak akan terluka. Kecuali dia dikeroyok, karena perempuan tetaplah perempuan.
"Buka baju lo" Ucap Ravian.
Pic by Pinterest.
--------------------------------------------------
HELLOOOO 🤗 ini adalah cerita Wattpad pertama gue awokawokawok🤣 semua dicerita ini hanya fiktif belaka yaaa, pokonya imajinasi gue sendiri. cerita ini konfliknya ringan kok wkwkwk, karna gw gk suka yng berat berat HAHAHAHA. btw jan lupa vote sama komennya yaaa. Enjoyyyy klean semua..
Cover by pinterest
Per part nya singkat 500 - 600 an kata
------------------------
Ini kisah tentang Arqeela Zea , gadis berusia 18 tahun yang lebih suka kesunyiaan dan hal hal yang ia sembunyikan dengan apik.
Hingga suatu hari ia harus berurusan dengan laki-laki bernama Arfah Setya Argantara, salah satu triplets Most Wanted di SMA.
*********************************
"Lo masih harus dirawat Ze," Ujar Arfah lirih.
"Gue ga kenapa-kenapa, dan sekarang gue mau balik ke sekolah," Dengan wajah pucat nya Zea menatap Arfah datar.
"Setelah apa yang terjadi, lo masih mikirin sekolah? Lo gila?!" Arfah menaikan sedikit nada bicaranya.
"LO YANG GILA! GUE GA HAMIL ARFAH! LO TERLALU LAWAK BILANG GUE KEGUGURAN!" Tubuh Zea merosot, runtuh sudah pertahanannya. Air mata nya mengalir begitu deras.
"Maafin gue Ze, gue bener-bener minta maaf," Arfah memeluk tubuh Zea yang gemetar dengan tangis yang pecah penuh sesak, membuat keempat orang lainnya ikut meraskan luka nya.