Segores Luka

Segores Luka

  • WpView
    Reads 55
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 19, 2022
"Papa kamu masih berhubungan sama selingkuhannya. Mereka ga bener-bener pisah. Mama udah ga kuat. Mama mau pisah sama papa kamu." -- "Maaf, ya, Tha, kita sampe sini aja. Cewe yang dulu aku suka, sekarang balik lagi. Dulu kita sempet ada masalah, jadi kita lost contact. Dan, sekarang dia balik lagi ke aku. Maaf, ya? You deserve better than me." Hari itu.. hari yang paling buruk untukku. Hari yang paling ku benci sepanjang hidupku. Di hari yang bersamaan aku dihancurkan oleh kenyataan. Hei, apakah semesta sudah berencana untuk menghancurkanku? Ah entahlah.. Tapi yang pasti, hari itu adalah hari yang tidak akan pernah aku lupakan. Hari yang membuat luka itu kembali tercipta setelah sekian lama aku menutupnya di buku lama.
All Rights Reserved
#883
brokenhome
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • Perkara Rumpang
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • WHY ARE YOU EVILL !!!
  • RAPUH!
  • You Are Mine [Terbit]
  • TITIK LUKA
  • CLOSER
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines