Hadiah (oneshot)

Hadiah (oneshot)

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Aug 3, 2022
Hari ini Junee berulang tahun yang ke-10. Ayah memberikannya hadiah berupa kucing yang diadopsi dari sebuah komunitas yang menampung kucing jalanan. Kucing adalah salah satu hadiah yang ia impikan selama ini. Junee menamai kucingnya itu Jeno, diambil dari nama salah satu anggota boy group Korea kesukaannya. Semenjak Junee mempunyai Jeno, ia mulai sering membantu orang-orang, mulai dari hal kecil seperti membantu seorang nenek menyebrang jalan, mencarikan layangan yang hilang, dan lain sebagainya. Suatu hari, Junee dan keluarganya beserta Jeno pergi berkemah untuk mengisi hari libur. Sesampainya di tempat kemah, mereka membagi tugas. Junee dan adiknya yang bernama Marcha mendapat tugas mencari kayu bakar, tak lupa juga mereka ditemani oleh Jeno. Saat sedang beristirahat di bawah pohon, Junee tak sengaja tertidur. Setelah Junee terbangun dari tidurnya, Junee menyadari bahwa Marcha sudah tidak ada di sampingnya. Lantas kemana Marcha pergi? Apakah Junee bisa menemukan Marcha? Akankah Marcha kembali? ©nindialzaa
All Rights Reserved
#10
camping
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kosan Malapetaka
  • Time thas is either wasted or not ✔
  • Nothing Impossible 2 (END)
  • Shorts: Lee Cute Jeno [Selesai]
  • A Memory of You
  • Find Your Home (✓)
  • Bautiful In White | Lee Jeno ✓
  • [α] The Lost Sister | END

Malapetaka! Niat ngekos agar tidak capek-capek pulang pergi dari rumah malah berakhir seperti ini. Gimana nggak syok? Mendapati nama-nama mereka tertulis di sebuah kertas yang di temui Herzan di belakang kosan. Kalau cuma tulisan biasa sih nggak akan jadi masalah. Tapi ini bukan sekedar tulisan! "KITA HARUS CEPET-CEPET KELUAR DARI SINI! BAHAYA!" Marvel dkk tidak tahu harus apa selain membereskan barang-barang mereka dan pergi secepat kilat keluar dari kosan. Karena sumpah demi apapun ini taruhannya nyawa bukan panci gosong! "Tapi ini jam satu malem anjir! Yakin kita mau keluar sekarang? Kenapa nggak besok subuh aja?" "PEDULI SETAN! INI DEMI KESEJAHTERAAN KITA BERSAMA! LO NGGAK MAU BERAKHIR JADI KUNTILANAK KAN DISINI? MAKAKNYA AYO KELUAR SEKARANG!" Dari rumah berlantai dua yang penuh cerita cinta, cita, suka maupun duka lalu berakhir bencana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines