Story cover for Pergi dan Duka by renjanawiyata
Pergi dan Duka
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Aug 03, 2022
Mature
Jauh, jauh kita  telah terbuang jauh
Di sela batu dalam aliran sungai kau membuang ku
Di belantara hutan aku telahmenelantarkanmu
Membakar segenap dari kita berdua dan menghancurkannya sebelum menjadi arang
  Kadang begitulah manusia ketika telah di hancurkan oleh harapan, senantiasa di tenggelamkan oleh kenyataan yang bahkan lebih pahit dari yang di bayangkan. Mengapa mereka saling mengenal? Itu merupakan suatu anugrah terindah dari kehidupan yang akan menenggelamkan kisah mereka berdua bahkan sebelum  berlayar. dan terkadang patokan dari rasa pahit oleh perpisahan hanya ditujukan kepada yang di tinggalkan tanpa memahami perasaan dari si yang pergi.
All Rights Reserved
Sign up to add Pergi dan Duka to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak? cover
Triangle 2 cover
LOVE F² [ Selesai✓ ] cover
Jangan Bermain Cinta dengan Mapala cover
Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS] cover
When Love is Breaking cover
kau bukan rumah cover
2 IMAN 1 AAMIIN || UN1TY [▪︎FULL EPS▪︎] cover

Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?

8 parts Ongoing

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?