Death Rose [On Going]

Death Rose [On Going]

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 21, 2026
WpInfo
Fiction
Mystery
Murder
Action and Thriller
Psychological
Berawal dari web yang bernama "odio flos" web ini seperti diary namun hanya di perbolehkan menulis sebuah kebencianmu terhadap orang lain, setiap nama orang yang kamu benci akan meninggal dalam waktu dekat. Mayat yang di temukan akibat dari web itu selalu di beri bunga mawar merah! • Bahasa baku dan non baku • rate 18+ ada adegan kekerasan, darah, dan lainnya. • don't copyright!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • My Perfect Model ( Republish )
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Defiant [END]
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • Shadow in the Lab

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines