SUATU TITIK

SUATU TITIK

  • WpView
    Reads 96
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 12, 2022
Alya: "kabar baiknya adalah aku mencintainya seluas lautan tetapi kabar buruknya aku tak sanggup menyebrangi lautan itu sehingga aku berhenti di tepian" Alya tak pernah menyangka bahwa mencintai membuatnya serapuh ini Alya tidak disakiti oleh orang yang dicintainya, tapi dia terluka oleh harapannya sendiri Mampukah alya memaksa bertahan dengan perasaan yang tak bisa dihilangkan itu? Haii, mohon maaf jika cerita ini kurang memuaskan dan masih ada kekurangan karena ini karya pertama dari author Author akan senang jika ada kritik dan saran yang membangun guna kelancaran pembuatan karya yang akan datanng Happy reading!!!! Salam hangat dari author
All Rights Reserved
#792
truestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Juan [REVISI]
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • Heart to you.(END)
  • TITIK LUKA
  • Vericha Aflyn ✔️
  • To Heal
  • Valcano
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Aluka (Proses Penerbitan)

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines