GLENCIA

GLENCIA

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 4, 2022
Semuanya salah gue...... 'Kalo aja gue ga ngebet banget pengen pacaran gue gabakal kehilangan dia dan sekarang dia pergi. Siapa yang bisa gue salahin? Semuanya salah gue sendiri' Rasa yang sama, perasaan yang saling berbalas dan semuanya baik-baik saja namun hanya sesaat. Saat semuanya sudah tampak jelas namun masih terjebak dalam hubungan tanpa status berujung pada satu pihak menuntut untuk adanya status diantara mereka. Seolah rasa penantian tidak berujung dari kepastian status mereka bermuara pada rasa putus asa yang semakin mengakar dan pada akhirnya membuatnya memilih beranjak dan menyambut hati baru yang mencoba mengetuk pintu hatinya. Tapi ketika hati yang baru itu diperkenankan masuk akankah dia bahagia? Akankah dia bahagia dengan status yang dia miliki? Atau itu hanya keinginan sesaat untuk memiliki status sebagai pemenuhan ego dan pembuktian diri pada lingkungan sosialnya? Lalu bagaimana jika saat dia menyadari jika hatinya masih terpatri dengan hati yang lama namun disaat yang bersamaan hati yang lama telah terluka dan beranjak pergi? 'kalo aja gue tetep nunggu lo mungkin kita bakal tetep sama-sama saat ini. Mungkin juga kalo gue masih nunggu lo mungkin kita udah punya status saat ini'
All Rights Reserved
#340
campus
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stolen Before Fallen
  • MsS 2 : Ini Aku [ COMPLETED ]
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Cempaka Terakhir ✔
  • Yang Tertinggal
  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  • Hopeless
  • Regrets of Love

Ayla, tanpa sengaja harus terlibat dalam hubungan yang rumit dengan Nata, seorang siswa pindahan yang seringkali terjebak dalam situasi yang kian membuatnya penasaran. Tetapi siapa sangka jika rasa penasaran yang ia miliki justru berubah menjadi rasa nyaman, seolah ia telah lupa bahwa ada hati gadis lain yang masih ia tawan. Sungguh, kali ini ia mengaku lalai dan terperdaya. Tak hanya sekali keduanya mencoba saling melepas, menarik diri, dan kembali. Tapi apa daya jika hati justru saling tertaut akibat rasa rindu yang tak terpungkiri? "We have to stop." Nata menangis. Untuk pertama kalinya, air mata itu turun untuk perempuan selain ibunya. Sebelumnya Ia bahkan tak pernah menangis ketika kekasihnya mendua. Dunia pun mungkin ikut mencaci. Tapi, siapa yang sebenarnya ingin kau maki? Tolong, jangan mudah menghakimi apa yang kau sendiri tak jelas ketahui. Bukankah akan lebih baik jika kau mencoba memahaminya dari berbagai sudut pandang sisi? 🍁

More details
WpActionLinkContent Guidelines