KAYSHILA

KAYSHILA

  • WpView
    LECTURES 39
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., août 12, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
"maksud kamu apa ?" "gue cinta sama dia key, jadi tolong lo harus lepasin gue" ujar Alvaro menggenggam tangan kecil milik kekasihnya ini, alvaro melihat sekilas tangan tersebut yang terasa dingin. "sejak kapan ?" tanya kay, ia tak lagi memandang sang kekasih melainkan memilih untuk melihat sepasang kekasih yang sedang bercanda tawa diluar cafe yang dia kunjungi beberapa menit lalu. "gue gak bisa jelasin sekarang key sorry, lo harus terima kenyataan ini key. gue gak punya waktu key sekarang gue harus nyusul dia key please" alvaro melepas ngenggaman tangannya dari keyshi berlari meninggalkan keyshila ditengah kehebohan yang diciptakan oleh alvaro sendiri. sebelum alvaro benar-benar meninggalkan cafe tersebut, "key, lo naik taksi jangan coba-coba naik angkutan umum!" ujar Alvaro lalu berlari mengendarai mobil miliknya. keyshi memandang pria yang beberapa lalu mengirimkan bunga dan cake kesukaannya, beberapa saat lalu juga suasana hati keyshi sangat baik bahkan ia tidak sanggup mengunggapkan perasaannya saat itu dimana ia diberi kabar acara tunangannya dipercepat dengan, Alvaro. "kamu nyuruh aku melepaskan kamu al, tapi sikap kamu sendiri buat aku sulit melupakan semuanya " ujar keyshi bersamaan dengan air mata yang luruh dikeramaian dari cafe .
Tous Droits Réservés
#308
tunangan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • ALEXON [END]
  • IZINKAN AKU MEMILIH [TELAH TERBIT]
  • Bintang Dilangit Senja
  • AL AL GANG [Complicated]
  • Ali Alfikri [Selesai]
  • Keysha
  • Segitiga [END]
  • Stay (Away)
  • Cinta dan Dilema

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu