KAYSHILA

KAYSHILA

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 12, 2022
"maksud kamu apa ?" "gue cinta sama dia key, jadi tolong lo harus lepasin gue" ujar Alvaro menggenggam tangan kecil milik kekasihnya ini, alvaro melihat sekilas tangan tersebut yang terasa dingin. "sejak kapan ?" tanya kay, ia tak lagi memandang sang kekasih melainkan memilih untuk melihat sepasang kekasih yang sedang bercanda tawa diluar cafe yang dia kunjungi beberapa menit lalu. "gue gak bisa jelasin sekarang key sorry, lo harus terima kenyataan ini key. gue gak punya waktu key sekarang gue harus nyusul dia key please" alvaro melepas ngenggaman tangannya dari keyshi berlari meninggalkan keyshila ditengah kehebohan yang diciptakan oleh alvaro sendiri. sebelum alvaro benar-benar meninggalkan cafe tersebut, "key, lo naik taksi jangan coba-coba naik angkutan umum!" ujar Alvaro lalu berlari mengendarai mobil miliknya. keyshi memandang pria yang beberapa lalu mengirimkan bunga dan cake kesukaannya, beberapa saat lalu juga suasana hati keyshi sangat baik bahkan ia tidak sanggup mengunggapkan perasaannya saat itu dimana ia diberi kabar acara tunangannya dipercepat dengan, Alvaro. "kamu nyuruh aku melepaskan kamu al, tapi sikap kamu sendiri buat aku sulit melupakan semuanya " ujar keyshi bersamaan dengan air mata yang luruh dikeramaian dari cafe .
All Rights Reserved
#267
tunangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Stay (Away)
  • Keysha
  • Ali Alfikri [Selesai]
  • Why you Comeback
  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Segitiga [END]
  • AL AL GANG [Complicated]
  • Amor Eterno
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA

⚠️Cerita Mengandung Bawang⚠️ "Lo maunya apa sih?!" Prilly mengeluarkan seringai menggodanya. Tangannya terulur menuju kerah seragam Ali, ia menarik kerah Ali hingga tubuh Ali terhempas mendekat ke arahnya. Lantas ia berbisik dengan suara seraknya, "Lo tanya mau gue? Mau gue itu cuma hati lo." "Murahan," ujar Ali sarkastik sambil menarik tubuhnya menjauh. Prilly masih mempertahankan seringaiannya. "Gue gak bakal semurahan ini kalo lo gak jual mahal sama gue," balas Prilly berusaha memepetkan tubuhnya kepada Ali. Hal itu membuat Ali berdengus jijik, enggan luluh dengan sikap Prilly. "Cih, dasar jalang!" Prilly menatap tepat di bola mata Ali, ia memonyongkan bibirnya dan memajukan dirinya seperti ingin mencium Ali. Tetapi, hal itu tentu hanya sebuah gertakan saja. "Gue gak bakal jadi jalang, kalo lo gak nolak cinta gue!" Prilly berteriak kencang tanpa memikirkan harga dirinya lagi. "Tapi, gue udah punya pacar!" Ali berdesis sembari menatap tajam Prilly. "Putusin pacar lo, terus jadian sama gue. Gampang 'kan?" Ucapan enteng Prilly membuat emosi Ali tersulut. "Lo gak cinta sama gue tapi lo terobsesi buat milikin gue. Dan itu buat lo gila!" Prilly berdecih, "Iya. Gue gila. Dan itu semua, karena lo!" Dua tahun bukanlah waktu yang singkat bagi Prilly untuk mengejar Ali dengan cara-cara murahan, dan hasilnya ia selalu ditolak mentah-mentah oleh Ali. Ini semua berawal dari Prilly yang sering mengumbar gombalan kepada laki-laki di kelasnya dan Ali adalah salah satunya, dan itu semua berakhir pada perasaan semu yang nyata. Awalnya Ali tidak pernah menganggap serius gombalan Prilly, tetapi Prilly mulai melakukan tingkah konyol, seperti saat Prilly mengumumkan kepada seluruh teman sekelasnya bahwa mereka resmi berpacaran. Hal itu membuat Ali muak dan membenci Prilly. Oleh karena tingkah murahan Prilly, Ali tidak ingin berinteraksi selayaknya teman sekelas kepada Prilly. Seringkali Ali menyuruh Prilly menjauh, namun selalu dibantah dan Prilly memilih untuk b

More details
WpActionLinkContent Guidelines