Sejarah Jepang

Sejarah Jepang

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 5, 2022
Dokumen tertua mengenai sejarah Jepang adalah kumpulan naskah sejarah Tiongkok asal Masehi. Namun bukti-bukti menunjukkan kepulauan Jepang sudah dihuni manusia sejak zaman Setelah terakhir sekitar 12.000 SM, yang kaya memungkinkan manusia untuk hidup. Barang-barang tertua berasal dari zaman Jōmon.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Proyek: 1915
  • Hubrecht
  • TERJEBAK DI RUANGAN BERSAMA ZIZI DAN PETAPETA
  • In Nusantara World : Bagaimana Negara +62 Bekerja Di Dunia Lain
  • Hallo Manajer! [Tim Nekoma X Reader's]
  • ᴛᴀʀᴀꜱ: ᴅɪ ᴀᴍʙᴀɴɢ ʙᴀᴛᴀꜱ ✔
  • Portal Bubastis

Pada awal abad ke-20, masyarakat diguncang oleh sebuah peristiwa kelam yang tak pernah terpecahkan¬-Proyek Rahasia: 1915. Tujuh tokoh penting dalam sejarah Korea menghilang tanpa jejak, dua di antaranya ditemukan tewas dengan cara yang tak dapat dijelaskan. Di tengah bayang-bayang kolonialisme, rakyat hanya bisa membisu. Kasus ini ditutup rapat, seolah tak pernah ada. Arsip resmi lenyap, dokumen-dokumen dihancurkan, dan nama-nama para pejuang kemerdekaan menguap dari sejarah. Sebuah kebenaran dikubur paksa oleh tangan-tangan tak terlihat. Satu abad berlalu. Jepang akhirnya jatuh, menyerah tanpa syarat pada 2 September 1945 setelah kehancuran Hiroshima dan Nagasaki. Namun, bagi Korea, kebebasan yang didambakan tak datang utuh. Negeri ini terbelah, menjadi dua kutub yang saling bertolak belakang-Korea Utara di bawah pengaruh Uni Soviet, dan Korea Selatan bersama Amerika Serikat. Perang Korea (1950-1953) hanya memperdalam jurang perpecahan yang hingga kini tak tersambung kembali. Apakah sejarah telah berakhir? Tidak. Masa lalu yang tertimbun tidak selalu mati. 'Mereka' sang pembuka tabir kebenaran akhirnya datang. Apa yang selama ini tertulis dalam buku sejarah tak lebih dari sekumpulan dusta yang disepakati. Kini, saatnya kebenaran kembali bernapas. Saatnya keadilan berbicara.

More details
WpActionLinkContent Guidelines