We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Titik Mula

Titik Mula

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 28, 2025
WpInfo
Poetry
Kita ditakdirkan untuk kembali ke titik, dimana kita tak pernah bersatu. Dari yang dipertemukan untuk saling mengenal, kemudian dipisahkan dalam keadaan saling mengikhlaskan. Inilah titik dimana perjumpaan akan diakhiri perpisahan. Berawal dan berakhir kembali ke titik mula
All Rights Reserved
#95
berjuang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rengkuh Rasa, Remuk Raga | ✔
  • Segala Tentangmu ❝
  • Rangkaian Aksara
  • Jejak
  • Catatan Dari Langit
  • Ambigu
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Hari-Hari Jatuh dan Patah

Highest rank #1 poetry (21/03/2025) #1 poem (12/04/2025) #1 nonfiction (23/05/2025) #1 quote (15/02/2025) #1 syair (15/02/2025) #1 words (08/02/2025) #1 puisiindonesia (02/02/2025) #1 sastraindonesia (21/02/2025) #1 berpuisi (05/05/2025) #1 perih (15/03/2025) #1 antologi (15/02/2025) #1 wattpadpoetry (02/02/2025) #1 pencintasastra (02/02/2025) #2 diksi (15/05/2025) #6 favorit (23/05/2025) #9 aksara (08/02/2025) #12 nonfiksi (19/06/2025) #13 puisi (18/08/2025) #22 rasa (12/04/2025) #60 indonesiamembaca (10/03/2025) Manusia dan searsip perasaan tidak pernah ada selesainya. Rasanya aku ingin meraung, lelah terdistraksi oleh rumitnya pemikiran orang lain. "Belajarlah tumbuh dari luka," katamu berusaha membunuh resahku. Dalam sesak diriku menjawab, "dan semoga luka itu juga mau menerima aku." Aku tau seberapa sulitnya menjadi manusia, atau seberapa banyak sakit yang harus kamu tahan hanya karena tidak punya tempat berkeluh-kesah. Untuk tubuh-tubuh yang remuk oleh luka, sajak-sajak ini lahir untuk membimbingmu merengkuh seluruh perasaan. *** Seri Satu dari antologi puisi FOUR ©2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines