Berlayar Tanpa Peta

Berlayar Tanpa Peta

  • WpView
    Lecturas 283
  • WpVote
    Votos 216
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 4, 2023
WpInfo
No ficción
Etiquetasfiksi
Hidup dalam rumah mewah mungkin itu adalah impian bagian setiap orang tapi tidak dengan Zevika Putri Moana, baginya semua itu hanya pembawa bencana. Kalo bisa memilih mungkin aku akan memilih hidup sederhana tapi dengan kehangatan keluarga daripada tingal di rumah mewah tapi panas seperti neraka. Entah apa yang sedang dipersiapkan oleh semesta, apa mereka sedang membuatkan peta untuk mempermudahku berlayar? Atau bahkan mereka sedang menghapus peta-peta tersebut dan membiarkan aku hidup terombang ambing di tengan laut. Aku pun tidak tau apa rencana semesta untukku, yang pasti aku berharap semoga itu skenario yang baik, agar aku bisa merasakan berlayar nya suatu kapal yang mempunyai tempat untuk menepi, agar aku tidak merasakan dinginnya air laut lagi.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Alamanda (Telah Terbit)
  • Night Start's [On Going]
  • Gadis Populer & bodyguardnya
  • ALVIN (On Going)
  • Jejak: 31 Hari (Tamat)
  • Closer [Cella] (END)
  • Shadows of the Novel

Fiksi ini bercerita tentang kehidupan Alam yang penuh derita. Sejak kecil ia sudah menjadi gelandangan dengan kecacatan yang menambah kesulitan hidupnya. Setelah beberapa kali Alam mencoba untuk bunuh diri, ia selalu selamat. Namun, ketika ada satu hal yang membuatnya merasa lebih baik untuk melanjutkan kehidupan, ia justru mengalami kecelakaan yang tak diinginkannya. Seiring berjalannya waktu, Alam berhasil memperbaiki hidupnya walau pada akhirnya ia harus kehilangan wanita yang sangat dicintai olehnya. Bukan hanya Alam. Si cantik Manda juga merasakan derita yang serupa. Luka membuatnya menganggap bahwa mengakhiri hidup adalah jalan keluar satu-satunya. Menjadi seorang pelacur tentu bukan cita-citanya. Sayangnya, ia terjebak di keadaan pedih tersebut dengan perasaan yang kian tersiksa. Manda terus berusaha untuk keluar dari dunia bak penjara itu, apapun yang terjadi, bagaimanapun luka yang tercipta ia yakin bahwa peluang untuk bahagia masih ada untuknya. Alam: Aku merasa telah menjadi sampah dunia yang tak berguna. Juga seperti abu yang sudah terbakar berkali-kali. Pernah aku mencoba untuk mengakhiri hidup. Sekali, dua kali, tiga kali, tapi aku selalu selamat. Lalu aku kembali menabrakkan diri dan menjatuhkan diriku yang cacat dari ketinggian serta menelan racun. Aku, tetap selamat. Cahaya putih dapat kulihat lagi saat aku terbangun. Jika orang lain berbahagia karena masih berkesempatan untuk hidup di dunia, aku justru merasa tersiksa setiap kali gagal membuang nyawaku. Manda: Lima tahun setelah pernikahan Ayah dan ibuku, lahirlah aku. Bayi perempuan yang katanya tidak pernah diharapkan oleh ayahku. Aku tidak mampu mengingat banyak hal tentang kehidupan masa kecilku. Tapi peristiwa mengerikan yang pertama adalah di saat aku berusia 14 tahun. Aku dipaksa menjadi seorang pelacur.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido