Hiraeth
  • WpView
    Reads 3,681
  • WpVote
    Votes 431
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadMatureComplete Sat, Sep 3, 2022
"Apa itu tempat kembali?" Pemuda pelarian itu mengerjap. Tak butuh waktu lama bagi sepasang biru samudera sang penanya untuk berbinar. Mengangkat kedua sudut bibir, sang pemuda pelarian menjawab, "Entahlah. Aku tak yakin. Mungkin bagiku, itulah tempat dimana aku dapat melepaskan diri dari distopia yang kacau ini." Di bawah rimbun dedahanan willow, dua insan yang sama-sama telah rusak mengikat janji demi menemukan kebahagiaan bagi diri mereka, yang telah lama bergelut dengan pahit kehidupan. Tanpa menyadari, bahwa sejatinya mereka berpijak di tanah Katastrofe. WARNING!! Main Pair: MafuSora, BxB mengandung banyak bawang. hati-hati. Nekat baca setelah peringatan ini? Silakan. Risiko ditanggung pribadi:))
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Baneblood Brotherhood (hiat)
  • [End] Darkness that Hurts - Harem Jeno
  • Until The End - YiZhan [一战] | WangXian [忘羡]✓✓
  • I Will Make This Life Better Than The Previous Life
  • MENGAPA HARUS AKU?
  • Save and Protect
  • Mustahil [Boboiboy Elemental x Reader]
  • workaholic ceo || HYUCKNO

[ Fanfiction Boboiboy ] ~ "Sekali tertuduh tetap tertuduh." Malam itu, satu-satunya saksi hanyalah dia. Ia pasrah pada nasib jika orang itu membocorkan segalanya. "Gue tetep dikubu lo!" "Gue pembunuh!" Siapa sangka, bahkan ketika keduanya tidak lagi dekat, orang itu tetap menyimpan semuanya dengan baik. Sampai keduanya sadar, ada bejana yang lebih besar mengintai dari sudut kegelapan yang paling gelap. Remang-remang namun berbahaya, sesuatu berbisa yang menyebabkan huru-hara. Jenis gelap yang membinasakan nafas sampai tidak bersisa, jenis petaka yang membawa badai nestapa dan menggerus habis sisa kewarasan. "Lo yakin kita mampu? Gue udah nggak kuat, gue nggak bisa. Ayo udahin aja, ngaku kalah dan biarin mereka bunuh kita." "Lo gila?! Bayarannya Adik lo! Lo lupa Ice jadi taruhan didepan sana?!" "Terus harus gimana?! Semuanya juga nuduhnya gue yang jadi perkara!" "Makanya jangan nyerah! Yakinin mereka kalo lo cuma korban fitnahan!" Tapi bagaimana? Semuanya terlanjur lebur. Dia hanya memiliki dua pelipur lara, pun salah satunya dirusak habis seperti boneka tidak berharga. Sementara satu lainnya menjadi tameng padahal psikisnya tidak baik-baik saja. Tuhan, ini bagaimana? ~ • Angst, thriller, mental illness, criminal act • 15+ • Just Fanfic • Masa Rombak • Jokes LGBT bertebaran ©Nan4yz_

More details
WpActionLinkContent Guidelines