We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cinta dalam diam

Cinta dalam diam

  • WpView
    Reads 78
  • WpVote
    Votes 55
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 9, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Dia, laki-laki istimewa bagiku. Semua angan-angan yang aku rancang, hanya mampu aku tuangkan dalam alam mimpi. Antara jarak dan waktu yang kini tak bisa aku jumpa, meski pada saat itu aku hanya bisa melihat punggungnya saja. Tak bosan aku tuangkan namanya dalam sepertiga malam. Hingga.... Akhir kisah cinta dalam diam ku berujung bahagia. |-|-|-|-| Copyright by inisiapa98
All Rights Reserved
#77
sepihak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahligai Sunyi
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • Ini Hidupku
  • Ketika Tulisan bercerita?
  • Cinta Dalam Diam
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Behind the Silence
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • CINTANYA AKU

Novel "Mahligai Sunyi": Senja mulai menua di balik jendela kaca, membiaskan cahaya jingga yang merayap perlahan di sudut ruangan. Aku duduk dalam diam, menatap kosong pada cangkir teh yang tak lagi mengepul. Aroma melati yang biasa menenangkan kini terasa hambar di inderaku. Aku terjebak dalam pusaran pikiranku sendiri, menggenggam kenyataan yang pahit namun tak bisa kutolak. Aku pernah percaya bahwa cinta adalah tentang memilih satu orang, bertahan dengannya dalam segala cuaca, dalam segala luka. Namun, kini aku mengerti bahwa terkadang, cinta juga berarti kehilangan-kehilangan harapan, kehilangan rasa percaya, bahkan kehilangan diriku sendiri dalam labirin luka yang diciptakan oleh seseorang yang seharusnya menjagaku. Arion adalah cintaku, atau setidaknya pernah menjadi. Aku mempercayainya lebih dari yang seharusnya, mencintainya lebih dari yang pantas. Namun, cinta saja tidak cukup untuk mempertahankan sebuah rumah tangga. Tidak cukup untuk menghindarkanku dari rasa sakit yang berkali-kali ia hadiahkan. Tidak cukup untuk membuatnya berhenti mencari bahagia di tempat lain. Aku telah memaafkan, berkali-kali. Aku telah memberi kesempatan, hingga tak tahu lagi batas dari kata "cukup." Tetapi, sampai kapan aku harus terus bertahan? Sampai kapan aku harus mengorbankan kebahagiaanku sendiri demi menjaga sesuatu yang terus menerus hancur? Dan di sinilah aku, berdiri di persimpangan. Antara bertahan dengan luka atau pergi dengan sisa-sisa keberanian yang kupunya. Aku tidak tahu bagaimana akhir dari kisah ini. Yang kutahu, aku hanya ingin menemukan kembali diriku yang telah lama hilang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines