HOME
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 26, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Bagiku, bermimpi untuk memiliki rumah itu suatu hal yang mustahil. Mungkin terlalu muluk bagi pendosa sepertiku bisa memiliki tempat pulang dan bersandar. Bukan tak pernah bersyukur akan takdir yang Tuhan berikan. Apalah daya ... diriku yang hanya manusia biasa tak luput dari berbagai rasa yang tumbuh di dalam hati: perasaan iri, dengki, sombong, dendam juga amarah dan kesedihan. Aku selalu bisa tersenyum, namun entah sejak kapan senyum palsu itu menghiasi wajahku. _Amara
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • enemy be lover
  • Auri, Cigarettes and Life
  • Di Balik Nama Zella
  • ZIVANA(ON GOING)√
  • Syerli And The Wounds That Never End
  • DIARY DEPRESIKU
  • Keazen (A Sly World)
  • The Dark Side(END)
  • ALGENTA
  • RUMAH KE DUA

jangan terlalu membenci seseorang. tidak tahu seseorang itu adalah jodoh kita. mungkin Tuhan hanya terlalu cepat mempertemukan aku dan kamu. sehingga terjadi hal yang lumrah terjadi. yaitu benci menjadi cinta. lo itu manusia teraneh sejagat raya. lo itu anaknya mood mood-tan, tapi entah kenapa Tuhan bisa menumbuhkan rasa cinta didiri gue. hingga akhirnya gue bisa ketemu lo disini, dikisah ini, tapi gue bersyukur. karena lo adalah jodoh gue sekarang. gue yang miliki lo bukan orang lain. -Devanno Alderova Megantara entah apa yang ada dalam benak gue. bahwa lo itu jodoh gue. lo manusia yang paling menyebalkan seantero planet, yang sekarang akan jadi milik gue. gue ga nyangka bahwa gue bisa mencintai lo. gue benci banget sama lo. tapi gue salah artian dalam kata benci, gue kira benci itu adalah suatu makhluk yang tidak menyukai objeknya dikarenakan ketidak sesuaian diri dengan objek sehingga menjadi benci. tapi ternyata benci itu simple, yaitu benar benar cinta. -Putri Dilan Anastasya

More details
WpActionLinkContent Guidelines