Story cover for Amanda Story by yocaassi
Amanda Story
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Aug 07, 2022
Di sini adalah kumpulan sepotong cerita dari kehidupan Amanda, seorang remaja yang di hadapkan kehidupan pahit. Kehilangan orang yang di sayang bukan lah hal yang mudah, namun hidup harus tetap berjalan. 

Dalam kehidupan ini tidak ada yang tahu, siapa duga Amanda dipertemukan kembali oleh lelaki yang selama ini ia cintai, selama ini hanya bisa melihat dari kejauhan.

Akankah cinta Amanda dengan lelaki itu berhasil? Apakah ini takdir untuk mereka berdua?
 
"Aku pernah hampir meninggal" Ucap Amanda dengan mata yang sudah merah lebam akibat terlalu banyak menangis.







8 Juni 2025

#1 in u15 - 8 Juni 2025.
#1 in 15tahun - 8 Juni 2025.
All Rights Reserved
Sign up to add Amanda Story to your library and receive updates
or
#149ulangtahun
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
That Feeling When - Lee Heeseung cover
ALEYA~~ cover
Lucky ㅡ [COMPLETED] cover
𝓐𝓷𝓽𝓪𝓰𝓸𝓷𝓲𝓼 𝓕𝓪𝓶𝓲𝓵𝔂  cover
SMA : Stres Manis Aja [END] cover
LEORA cover
Polaroid cover
Month of Death  [24679] cover

That Feeling When - Lee Heeseung

27 parts Complete

Atha dan Harsa-dua nama yang pernah tak terpisahkan. Sejak masa SMP, Atha selalu ada di setiap langkah Harsa. Ia adalah pendengar setia, penghibur di saat-saat gelap, dan penjaga rahasia perasaannya sendiri. Namun hidup punya caranya memisahkan dua hati yang saling mengenal terlalu baik. Tanpa pamit, Atha menghilang, meninggalkan Harsa hanya dengan ingatan yang samar namun tak pernah benar-benar pudar. Tiga tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di bawah langit yang sama-kali ini di lingkungan kampus. Tapi segalanya berbeda. Atha memilih berdiri di kejauhan, mengamati tanpa suara, sementara Harsa, yang kini berdiri di atas panggung musik, mulai merasakan kekosongan yang tak bisa diisi oleh siapa pun selain... dirinya. Perlahan, masa lalu yang terkubur mulai menguak. Rasa yang dipendam mulai menuntut untuk diakui. Dan di antara denting gitar, tawa yang tertahan, dan tatapan yang terlalu lama terjebak, Atha dan Harsa harus menjawab satu pertanyaan: berani kah mereka memberi kesempatan kedua pada sesuatu yang tak pernah benar-benar berakhir? -Jakarta, 8 Februari 2025-