Fake Dating Real Feeling

Fake Dating Real Feeling

  • WpView
    Reads 10,078
  • WpVote
    Votes 1,125
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadComplete Sat, Oct 25, 2025
Malam itu Shaka baru kembali dari rumah sakit, hari itu jadwalnya padat. Ia begitu lelah, butuh istirahat secepatnya. Saat melewati jembatan yang berada tak jauh dari rumah sakit Shaka tak sengaja melihat seorang perempuan berdiri di teralis besi pembatas jembatan, meneriakkan sesuatu dan kondisi dirinya kacau. Shaka buru-buru menepi, ia pikir perempuan itu ingin bunuh diri, Shaka harus mencegahnya! "Mbak jangan lompat! Hidup memang sulit tapi mati bukan pilihan terbaik!" perempuan itu menoleh, wajahnya sembab, riasannya hancur. Ia menatap Shaka dari ujung kepala hingga ujung kaki kemudian ia turun dari tempatnya berdiri tadi, berjalan gontai menghampirinya. Shaka menghela napas, nampaknya ia menurut. "Mas ganteng banget, mau nggak jadi pacar saya?" Shaka terbengong, apa ini? ____________________________________________ Disclaimer Semua yang ada di cerita ini adalah fiksi, aku tidak mencontek dari manapun. Kalau ada kemiripan dari cerita lain itu cuma kebetulan aja, aku dapat ide dan terinspirasi dari banyak hal. Mungkin akan banyak kata-kata kasar, mohon maaf ya.
All Rights Reserved
#18
aistumn
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ZIGEUNERWEISEN [Kim Sunoo x Park Sunghoon] SungSun ✔✔️
  • psychologycal
  • SHAKARA (END)
  • He's the Villain
  • Silent Obsession
  • FEARLESS || JAYISA
  • Feel Like Cinderella
  • MIRROR | Jay ✓
  • Im's Figurans Eveline

[Story END] 🌟 [Bromance | Friendship | Brotherhood] [The second version of Zigeunerweisen] [Kim Sunoo x Park Sunghoon] Ketika kaki telah tak mampu untuk berdiri, maka bersimpuh menjadi pilihan satu-satunya, dengan mata yang tergenang air mata di tengah gelapnya malam tanpa bintang. Setidaknya bibir ini terangkat untuk melihat kehadiran rembulan di tengah-tengahnya langit gelap, seolah melambai-lambai sembari tersenyum memberi semangat. "Wahai rembulan, jangan pergi meninggalkanku seorang diri seperti para bintang yang lenyap oleh mendung. Gapailah tanganku dan bawa aku pergi bersamamu!"- Kim Sunoo ⛔ WARNING NOT ALLOWED TO COPY THIS STORY This story is the author's own imagination.

More details
WpActionLinkContent Guidelines