Cerita Untuk Urty

Cerita Untuk Urty

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 16, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Alisya urty,wanita yg memiliki sikap lemah lembut,selalu menutup aurat nya,ibu nya telah meninggal dunia,sedangkan ayah nya,benar bener tidak bertanggup jawab kepadanya "umi urty kangen umi..." "anak umi harus kuat ya,umi sayang ama urty" "gk umi gk boleh pergi,umiiiiiiiii......." "abi udah jangan minum itu lagi,abi itu minuman haram" "diem kamu,bukan minuman ini yg haram tapi kamu yg haram,dasar anak sial" "hiks...urty bukan anak haram" ........ Defangga selendion,tampan pintar,cuek,memiliki mulut yg pedas,sekali ngomong bagai pedang,kekangan yg di berikan ayah nya,membuat nya menjadi anak yg nakal Plakkk "tamparan itu belum seberapa,di bandingkan dengan apa yg kamu perbuat" "sayang jangan tampar anak kita,maaf kan dia" "diem lu jalang,lu bukan ibu gw"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Our Path Diffrent
  • Ketulusan Nafisya (On Going)✔️
  • Lantunan Surah Asy-Syams
  • CINTA UNTUK ALYA
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • Perjalanan Kisah Cinta Afia
  • The Story Of Aghea
  • couple till jannah
  • my popular husband
  • F dan Z  ( and )

PLAK! Suara Tamparan keras menggema sepanjang lorong sekolah. Kaay diam termangu dengan tatapan kosongnya, menyorot tidak percaya atas tamparan kuat yang baru saja Raina layangkan. Telinganya berdengung nyaring, "k-kak..." "Lo!" Tunjuk raina penuh kebencian, tepat di depan wajah kaay. "Manusia paling jahat! Yang pernah gue kenal." "Lo egois!" "Lo munafik!" "Lo nggak punya hati!" "Dan gue benci sama lo." Raina langsung pergi begitu saja sambil menuntun rayyan, meninggalkan kerumunan, dengan kaay yang masih diam ditempat, mengabaikan bisikan sumbang seluruh murid yang mengarah padanya. Kaay membalik badan, melewati mereka dengan ekspresi datarnya. Berjalan menjauh dengan langkah mantap tanpa menoleh, membuatnya menjadi buah bibir seantero murid. Mereka tidak tau, setiap langkah yang gadis itu hentakkan, maka saat itu juga buliran air terlepas dari bendungan kelopak mata yang sudah berusaha keras menahan serpihan rasa sakit dalam bentuk air mata. Secarik kisah romansa masa SMA yang menyeret dua saudara, dengan berbagai konflik yang tersedia. Persahabatan, perjuangan, dan pilihan, harus diambil untuk menentukan prinsip hidup kedepan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines