Kacamata
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 8, 2022
"Apakah benar orang yang se-nasib akan dipertemukan untuk menemukan kekuatan?" Bagitulah pertanyaan dari benak Ayara. Gadis SMA yang sudah menempuh pendidikannya selama setahun dan belum mempunyai teman. Sonya dan teman-temannya selalu saja mengusiknya karena penampilan wajahnya yang menggunakan kacamata. Kisah cintanya pun dibilang tak seberuntung oranglain. Hari-hari dijalaninya dengan penuh kelesuan apalagi ketika menginjakkan kaki di sekolah. Tapi, suatu hari Ayara bertemu dengan Arunda yang memiliki sikap acuh dari keluarga kaya raya yang terpandang, dia juga satu sekolahan dengan Ayara. Dia memakai kacamata seperti Ayara tapi dia tidak diejek seperti dirinya. Ketegaran Ayara menghadapi ejekan Sonya membuat Arunda ingin menjadi teman baiknya. Apakah Arunda yang dipertemukan dengan Ayara adalah seseorang yang justru bernasib sama dengannya? Akankah Ayara mendapat kekuatan dalam menjalani kehidupan SMA-nya?
All Rights Reserved
#256
teenlife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naura & Lukanya
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • Let Me Love You Longer
  • Juan [REVISI]
  • Aoi'Nara'n [2020]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Jangan Pergi [TERBIT]
  • To Heal

⚠️⚠️⚠️⚠️ PERINGATAN: Cerita ini murni hasil pemikiran pribadi penulis. Jika terdapat kesamaan nama tokoh, alur, tempat, maupun kejadian, hal tersebut murni kebetulan dan di luar kendali penulis. Naura dan Lukanya adalah cerita tentang seorang perempuan yang terlalu lama memeluk lukanya sendirian. Tentang hati yang terbiasa pura-pura kuat, meski diam-diam hancur setiap malam. Naura tumbuh bersama kehilangan, kekecewaan, dan rasa sakit yang perlahan mengubahnya menjadi seseorang yang sulit percaya bahwa dirinya pantas dicintai dengan utuh. Hingga sebuah pertemuan yang awalnya terasa salah mempertemukannya dengan seseorang yang tidak pernah ia duga akan menjadi rumah. Pertemuan yang datang di waktu paling kacau, dengan cara yang tidak baik-baik saja, namun justru membawa mereka saling menemukan bagian diri yang selama ini hilang. Ia hadir bukan untuk menghapus luka Naura, melainkan menemani setiap proses sembuhnya. Memahami semua sisi rumit yang bahkan sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tetap tinggal ketika dunia memilih pergi. Dan untuk pertama kalinya, Naura belajar bahwa dicintai tidak selalu harus menjadi sempurna terlebih dahulu. Karena terkadang, orang yang tepat datang bukan dengan cara yang indah. Namun hadir di saat paling hancur, lalu perlahan mengajarkan bahwa luka juga pantas dipeluk, bukan disembunyikan sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines