We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
IRISAKA [LEE HAECHAN]

IRISAKA [LEE HAECHAN]

  • WpView
    Reads 87
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 17, 2025
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
"Gue cuma gak mau lo makin jatuh sama gue. Halah omongan lo basi banget. Buka mata, lihat dari dulu gue udah di buat jatuh karena ulah lo. Gak usah belaga sok baik hanya karena lo lihat gue yang makin rapuh. Lo yang tulus udah hilang, Kak. Sekarang yang gue lihat cuma ada lo orang yang datang memohon ke gue karena hati lo di penuhi dengan rasa penyesalan. Gue pergi." Faktanya, setelah mendengar semua omongan Iris Nakula tetap tidak merasakan banyak perubahan yang berarti. Semua yang hidup pasti pernah berbuat kesalahan, tapi apakah salah kalau dirinya ingin menuntut sebuah keadilan sedikit saja?
All Rights Reserved
#677
perasaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Your Are Only Mine
  • Collateral Hearts - LingOrm ( END )
  • Again?
  • The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • Lamunan Membawamu Kembali 2.0 [END]
  • BHS
  • Love Hurt ✔
  • Traces in the Light
  • Belenggu Obsesi Langit
  • Always Stay With Me

"mau kamu menjerit, meminta atau bahkan memohon sekalipun tidak akan pernah aku lepaskan, kamu milikku, dan sampai kapanpun kamu hanya akan selalu menjadi milikku, sayang" ucap seorang pria sambil tersenyum dihadapan gadis yang terus menangis. "aku mohon lepaskan aku.. ini salah.. bukan seperti ini caranya.. kamu terlalu berlebihan.. aku mohon.. aku takut.." ucapnya yang terus menerus menangis dihadapan pria yang bahkan tidak memperdulikan ucapan gadis tersebut. "aku ingat disaat terakhir kali sebelum kita berpisah kau juga mengatakan hal yang sama" pria tersebut kemudian berjalan pergi hendak meninggalkan ruangan tersebut. "tunggu, terakhir kali sebelum berpisah? apa kita pernah bertemu sebelumnya?" gadis tersebut berhenti menangis dan mencoba mengingat kembali tentang pria tersebut namun gadis tersebut tidak bisa mengingat soal pria tersebut sama sekali, dia yakin bahwa mereka baru bertemu beberapa bulan yang lalu dan dia tidak pernah mengucapkan bahwa dia takut dengan pria tersebut, tidak sebelum kejadian beberapa minggu ini. "pikirkan saja jawaban itu sendiri, kau pasti bisa mengingatnya" pria itu kembali berjalan dan meninggalkan ruangan tersebut kemudian terhenti dan berbalik "itu pun kalau kau masih mengingat diriku" pria itu kemudian menutup pintu ruangan tersebut dan pergi ke suatu tempat, ketempat dimana semuanya berawal. © Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

More details
WpActionLinkContent Guidelines