LAR (Pengintai Klan Matahari)

LAR (Pengintai Klan Matahari)

  • WpView
    Lecturas 256
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, jul 10, 2023
WpInfo
Ficción
Acción y Suspenso
(Bumi series inspiration) Aku terbangun dan tampak wajah dihadapanku. seseorang dng mata yang sebelah kiri berwarna merah darah dan sebelah kanan nya yang masih normal. 3 luka yang ada di wajahnya, 1 di pipi dan 2 luka di dahi. "Halo nak." Orang itu menyapa dengan wajah yang menyeramkan bagiku. Aku termangu menatapnya. Aku sedikit takut dan cemas. "PERGI LAH KAU MONSTER!!!" Aku berteriak keras menyuruhnya menjauh. "Tenang lah, aku bukan bermaksud menyakiti mu" Orang itu mendekat. Aku memutuskan menyerang orang itu terlebih dahulu. Tangan kanan ku terangkat dan mengeluarkan petir biru. Petir ku menyambar udara kosong. aku termangu. Siapa orang itu? ~•~ Namaku Lar. Dari Klan matahari. Umurku 14 tahun. Banyak orang bilang bahwa aku sangat lah unik. Entah apa uniknya. Apakah karena aku seorang pengintai klan matahari. Yang aku tau pengintai kebanyakan klan bulan. Dari kecil aku selalu mengambil dompet ortuku tanpa diketahui. Apakah itu uniknya?
Todos los derechos reservados
#164
tereliye
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • 𝑳𝑬𝑴𝑩𝑨𝑹𝑨𝑵 𝑪𝑶𝑹𝑬𝑻𝑨𝑵
  • RaSeLi
  • A Story of Raib Seli Ali
  • Abah Dosen [COMPLETED] | TAMAT
  • The Hunter's Moon (Moon Series #1)
  • Hi Crush! (udah selesai)
  • i'm sorry the moon
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • One last time (Rali) ✔

"Mwhahha....."suara tawa pecah dari mereka. "Lo gak pantas untuk hidup bahagia" "Lo gak pantas dapetin ini semua haha..." "Cewek kaya Lo itu tempatnya itu di tong sampah" "Berlaga kuat" "Itu semua salah mu tau...." Ucap mereka satu persatu. Sekilas kata-kata ketiga gadis itu terlintas di benaknya. "G-gua rasa mereka benar, gua gak pantas untuk bahagia bahkan gua gak pantas untuk hidup..."ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca. Dia duduk di sebelah batu nisan ,sambil memeluk erat batu nisan itu . Dia terus menerus menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian itu. Langit yang tadinya hanya mendung kini telah ikut menangis, seakan dunia ikut bersedih melihat dirinya. Jangan lupa di vote yaa 👋hi ... salken semua saya masih pemula jadi Mon maap kalau cerita nya gak bagus oke dan panggil gw sunny or sun aja . selamat menikmati jikalau ada yang kurang berkenan mohon maaf karena 'di dunia ini tidak ada yang sempurna selain rokok sempurna' 👋😉

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido