Gelora Ibu Pertiwi

Gelora Ibu Pertiwi

  • WpView
    Reads 372
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 11, 2025
Di sepertiga malam pertama, kehangatan datang dalam dinginnya desember itu. Di pertengahan malam, redup dan lengser oleh dingin. Di sepertiga malam terakhir, terbitlah hangat itu menunggu matahari yang akan terbit. . "Jika begitu, maka Kau abadi, Indonesia." . "Akulah Zambrud Katulistiwa, Akulah Puteri negeri ini. Aku ... Indonesia!" Lantangnya ucapan itu membuat Soviet bergidik. "Namun Aku juga Ibu Pertiwi, ibu dari semua rakyatku. Apakah Kau tak pikirkan perasaanku saat anak-anakku saling membunuh?!" . "Apa yang sudah kulakukan untukmu dan apa yang sudah Kita lalui bersama, Aku akan melupakan semua itu, rakyatku juga akan melupakan dirimu. Namun buatlah Aku sedikit mempercayai perkataanmu, Pertiwi!" Ia hampir memohon. Maka Indonesia meminta Russia memegang lima kitab suci di atas kepalanya dan bersumpah. . Peringatan : 1. Memang ada unsur sejarah, tapi tidak semua Saya cantumkan. Hanya untuk menambah konflik. 2. Tidak ada romance di sini. 3. Jika Kalian takut Saya didatangi Tukang B*kso, tenanglah. Saya lebih suka mie ayam. 4. Saya bukan author baru, tapi tolong ingatkan jika ada tanda baca, kata-kata, kalimat yang harus direvisi. 5. Ilustrasi dan cover cerita ini adalah MILIK saya pribadi. Note : cerita dimulai di tahun 1955
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya Gemintang (CH!Indonesia)
  • THE DOLL ( CH Version )
  • Beautiful Days Have Become Memories - Country Humans
  • 「 TR(US)T 」
  • Why Can I Fall In Love With You [ Indonesia Sub, countryhumans  ] End S1
  • Ceritalah! [a Countryhumans story]
  • 𝙲e𝚛𝚙𝚎𝚗 {Ship Countyhumans}
  • ﹪ ׅ 𝅦𝅦 Ur smile :D ☆ countryhumans Indonesia ━ׄ┈⋄⃞🇮🇩̷𝆭
  • CH Short Story

[DISCONTINUED] . Semburat jingga kemerahan menghiasi langit senja. Angin sore menari dan berputar mengelilingi bumi sambil membawa kehangatan. Burung-burung terbang dengan bebas di Cakrawala. Tidak ada yang lebih indah dari sore Kamis ini. Terutama dengan angin yang kian menyuarkan suaranya di Angkasa. Ctas! Angin tersebut datang dengan kencang, mencabut salah satu Melati dan membawanya terbang. Terbang tinggi dan semakin tinggi, menjauh dari tempat asalnya. ⧫ Pluk! Setangkai bunga Melati jatuh di tanah, di hadapan seorang anak laki-laki dengan mata seperti bara api. "Eh? Jatuh darimana ini?" Anak itu bertanya, menggaruk tengkuknya keheranan. Dia membungkuk untuk memungut Melati tersebut, sebelum dipanggil oleh kawan mainnya. "Ngit! Ayo cepetan, bolanya nyangkut nih." "Iya, iya, aku ke sana." Jawab anak itu, sembari memautkan bunga Melati yang dipungutnya ke telinga. Melati itu layu sehari kemudian. . "Kamu tahu? Aku tidak pernah berpikir untuk hidup selama ini... Entah aku harus berterima-kasih padamu atau tidak." ⧫ "Aku sudah lelah. Biarkan aku beristirahat." ⧫ "Dunia adalah tempat para pendosa berkumpul. Semuanya merupakan bentuk lain dari warna abu-abu. Tidak ada yang baik dan buruk, tergantung dengan siapa yang kita sorot." ⧫ "Maafkan aku...." ⧫ "Ayo (̴̢̒̇̾͂̂̂?̷̡͈̋̽̃͐͑̌̄͠͝͝?̷͔͓͔̻͇͖̻͒̂̕!̷̞̟̳͓̟̻̞̀̄͊̈́¿̵̡̛̳̜̟̠̤͙̮̯̓̈́̀¡̶̢̙̜͙̮͚̳̳̠̻̓?̶̨̫̲̙͍̜͈̗͇̝̍͋̏͆̅̉͗͗͠?̸̝̯͉̘̺͐̄̽̾̾̍̍̀ͅ)̴̧̤̮̅̓͜ͅ , mari kita ikuti bintangnya." . "𝔑𝔢𝔳𝔢𝔯𝔩𝔞𝔫𝔡 𝔦𝔰 𝔥𝔬𝔪𝔢 𝔱𝔬 𝔩𝔬𝔰𝔱 𝔟𝔬𝔶 𝔩𝔦𝔨𝔢 𝔪𝔢" "𝔄𝔫𝔡 𝔩𝔬𝔰𝔱 𝔟𝔬𝔶 𝔩𝔦𝔨𝔢 𝔪𝔢 𝔞𝔯𝔢 𝖋𝖗𝖊𝖊." -Lost boy, Ruth. B. . [ℂ𝔸ℍ𝔸𝕐𝔸 𝔾𝔼𝕄𝕀ℕ𝕋𝔸ℕ𝔾] . Peringatan dan sisanya ada di Prolog. [Why_are_you_asking]

More details
WpActionLinkContent Guidelines