Something Called Hope | Completed

Something Called Hope | Completed

  • WpView
    Reads 11,731
  • WpVote
    Votes 237
  • WpPart
    Parts 61
WpMetadataReadComplete Fri, Oct 31, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
[TEENFICTION] [16+] "Kenapa lo melakukan semua ini?" tanya Nesya penuh emosi. Seseorang itu mencondongkan badan lebih dekat dengan Nesya, lalu tersenyum puas. "Karena gue pengen menghancurkan hidup lo dan berharap lo enggak pernah bahagia." "Sialnya hidup gue udah hancur bahkan sebelum lo berniat melakukan itu," katanya miris, bersuara lebih lirih daripada sebelumnya. _ Nesya Amalia, si anak emas sekolah, pemegang singgasana peringkat pertama paralel di sekolah, berturut-turut menyabet juara olimpiade sains nasional, dan jago bermain piano. Namun semua itu tidak pernah terlihat di mata Mama, tidak peduli sekeras apapun usahanya. Arkana Mahendra, si kapten basket, sahabat Nesya yang punya love language act of service, dan jago berkelahi. Hidup di keluarga yang tidak pernah mendukung impiannya, ia tumbuh menjadi remaja yang tempramen. Ia selalu menjadi orang pertama yang maju untuk membalas dendam jika Nesya disakiti dan terluka. Namun hubungan keduanya merenggang ketika pemeran-pemeran baru hadir dalam hidup mereka. Ada Satya Devanka, si pecinta sunyi yang misterius. Ada Salsa Gita Yunanda, si murid pindahan yang punya hobi melukis. Ada Dewa Yunanda, si pemilik cafe yang terjebak di masa lalu bersama kenangan kekasihnya. Lalu ada pemilik akun email misterius bernama escenadelcrimenn@gmail.com yang mengirimkan teka-teki dan teror secara brutal berimbas taruhan nyawa. Pada situasi yang semakin tidak terkendali, Nesya hanya mampu berharap semoga keadaan bisa segera membaik. Impiannya dan segala usahanya bisa dilihat dan dihargai oleh mamanya. Teka-teki bisa terpecahkan. Serta teror demi teror bisa dihentikan dan tidak ada lagi teman-temannya yang menjadi korban. Mampukah harapan-harapan itu menjadi kenyataan? Dan siapakah sebenarnya dalang di balik pemilik email misterius itu? Yuk baca kisah lengkapnya di sini! Content warning: Suicide, harsh words, self harm,, physical abuse, blood Cover by: Srynurh Copyright © 2024
All Rights Reserved
#910
retak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Crazy Seniority 2 [Completed]
  • Hi! kaladevara (HIATUS)
  • FLEUR ✓
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • BOOK 1 MISSION SERIES: MISSION IN CASE (Pindah ke Innovel)
  • SENJA (Revisi 2023)
  • Bukan Kelas Unggulan [END]
  • Cahaya Fajar [SELESAI] ✔️
  • Langit Yang Merenggut Cinta

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines