BLOOD MOON

BLOOD MOON

  • WpView
    Reads 14,171
  • WpVote
    Votes 1,770
  • WpPart
    Parts 62
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 10 hours ago
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dark Fantasy
High Fantasy
Fairy Tales and Mythology
Gerhana bulan, jatuh ke dalam air, lalu terbangun di kehidupan yang berbeda. Jujur aku tidak percaya pada cerita seperti itu. Bagiku hal-hal semacam itu hanya ada di dalam novel dan drama. Namun siapa sangka, kejadian yang terdengar mustahil itu justru menimpaku sendiri. Kedengarannya tidak masuk akal, tapi inilah yang benar-benar terjadi padaku. Rank #1 in Blood Moon (27/06/2026) Rank #1 in Gerhana Bulan (27/06/2026) Rank #1 in Putri (01/07/2026) Genre: Fantasy, Romance. Start:03/03/2026
All Rights Reserved
#70
fantasy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Aveline Beyond Her Fate
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • The Adiputra Family
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • A Family of Villains
  • Sin of The Villainess
  • I'm the male lead's wife? [TERBIT!]

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines