We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
AL VIRZA
  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 31, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"kiri kanan kulihat saja banyak pohon pinus" "cemara alin, masa lagu begituan masi salah" "bukan nya pinus" balas nya dengan binggung "lagu anak tk njir" *** "narsis banget tu kakel gantengan juga gw" "kan emang ganteng , palingan nanti lu suka" "gue masi normal neng" *** "kak virza ganteng"senyum terukir di bibir nya memandang wajah virza "baru sadar lu"singkat virza ** "alinn su...kaa samaa kak virza"ucab nya terbata dan langsung berpaling "urusan nya sama gue?"balas nya lalu pergi *** "kak virza baik juga ya" balas nya ketika berada di belakang virza. "emang"cetus virza memacu kendaraan *** "jangan tinggalin alin ya" "gak bisa janji"
All Rights Reserved
#712
mental
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Talk About Money
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • Darrel My Bad Husband [Terbit]
  • Bagaimana hari ini? (END)
  • DEAL | Friend Into Lover| Lengkap✔
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • about us and him ✔️
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • ZATARFA (Tamat)
  • the other side

Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines