Tak Sebening Embun

Tak Sebening Embun

  • WpView
    Reads 153
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 10, 2023
Hidup memang tak selamanya indah, tak akan pula sebening embun yang menempel pada daun-daun tumbuhan di kala pagi, dan tak pula seindah pelangi yang tak berujung, Cerita hidupku tak seperti yang lain. Yang harsa dengan atmanya. Kisah ini ditulis untuk.... Kalian yang menyakiti akan abadi dalam karya ini °°°°°°°°° "pada dasarnya semua manusia itu sama, nggak ada yang sempurna" » Embun Sandhiya Briyna «
All Rights Reserved
#87
siapa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SANDYAKALA ANGKASTA
  • 365 Lembar [END]
  • Dibawah atap yang salah (hiatus)
  • Mom, I'm Sorry
  • BUTTERFLY
  • Kemana Ku titip Luka Ku ?
  • Rainbow
  • Bumi ; The Hurt

🚫PERHATIAN🚫 Seiring berjalannya cerita ini terdapat beberapa kekerasan didalamnya⚠, bullying sampai penyiksaan mohon diperhatikan saat membaca⚠ '' Lo tau apa yang lebih sulit? Bukan gak punya seseorang sejak awal, tapi kehilangan seseorang yang sebelumnya udah ada'' Kisah kita bukan sekedar kisah cinta, tapi tentang bagaimana cara kita mengetahui antara takdir dan kebetulan. ''Woy cowok planet!'' ''Nama gue angkasa!'' ''Sama aja, planet kan di angkasa.'' Tentang apa yang di maksud 'milik kita adalah milik tuhan'. Tentang ketentuan yang bisa di ubah atau tidak bisa? '' Awas jangan ngeliatin mata gue, ada hipnotisnya, kalo naksir sama gue ribet nantinya'' Saat seseorang bertanya ''Apa milik lo? dan apa milik tuhan?'' Tentang untuk siapa kita hidup? Dengan alasan apa kita hidup? Apa yang kita kejar dalam hidup? Cinta? Harta? Kehormatan? Atau dunia? Tentang apa yang menjadi takdir setiap manusia. '' Gak ada yang namannya kebetulan, semuanya udah jadi takdir yang di rencanakan tuhan.'' Dan tidak ada satupun hal yang benar-benar menjadi milik kita seutuhnya. Lantas takdir itu menyadarkan kita. '' sadar! jangan serakah, orang serakah selalu rugi''. Cover by @nissaariella05

More details
WpActionLinkContent Guidelines