We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pernikahan Satu Arah || Cherrysoda

Pernikahan Satu Arah || Cherrysoda

  • WpView
    Reads 1,807
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 5, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Aida dan Fikri sudah bersepakat untuk tidak memiliki anak. Tapi, sekarang? Akibat kebocoran alat kontrasepsi, Aida harus dihadapkan dengan kehamilan tidak diinginkan. "Mas, bukankah kamu sudah berjanji?" "Lalu, kenapa sekarang aku bisa hamil?" Yang Aida tahu, Mama Mita-mertua wanita dari Aida-selalu menuntut untuk diberikan cucu. Alasan Aida memiliki kecurigaan. Apakah Aida bisa kebobolan karena suatu kesengajaan? Mungkinkah Mama Mita bersekongkol dengan Fikri? ***
All Rights Reserved
#524
hamil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Timpang Tindih
  • Can I have you, Mas
  • Xless Marriage
  • Holo ft Changbin ✅
  • Destiny
  • The Baby's Contract✓
  • Pewaris/jadi Istri Muda om Eko
  • FAULT - 21+ (TAMAT)
  • Darsa (END)
  • Our Mistake
  • Sweet RomanShit
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • DANDELION (Aku bukan Orang Ketiga)
  • [3] Bukan Pra Nikah ( Sudah Dibukukan )
  • Abyanca || Abyan & Bianca
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)

Gistara Arawinda mengambil keputusan tidak adanya anak dalam pernikahannya. Bukan karena ia tidak menyukai anak-anak. Profesinya sebagai seorang dokter spesialis anak, sudah cukup menggambarkan betapa ia mencintai makhluk polos itu. Tumbuh dan memelihara luka batin akan pigur seorang ibu, menjadi alasan besar Gistara. Ia takut menjadi seperti ibunya. Ia tak ingin menciptakan luka Gistara yang lain di dalam tubuh kecil anaknya. Tuhan maha membalikkan hati manusia, sembilan tahun pernikahan mereka, Gistara berubah pikiran. Dalam hidupnya, setidaknya ia harus punya satu malaikat kecil nan menggemaskan itu. Namun, di tengah proses mendapatkan itu semua, bak disambar petir di tengah hari bolong. Di rumah sakit yang sama, ia mendapati sang mertua merawat wanita muda pasca keguguran anak dari Sultan Arrasyah---suaminya. Semesta seakan sedang mengoloknya, pandangan remeh sang mertua tentang ketidakmampuan memberinya garis keturunan pun, membuat Gistara memendam tekad. Di usianya yang ke 37 tahun, akankah ia mampu bersaing dengan wanita yang jauh lebih muda darinya, demi menghadirkan yang diinginkan sang mertua? Terlebih saat hati sang suami perlahan semakin timpang terhadap ia dan madunya? Atau ... ia lebih memilih untuk menyerah dan pergi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines