Bintang Kenzorra

Bintang Kenzorra

  • WpView
    Reads 80
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 12, 2023
Zorra mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata. Ia juga berkendara saat pengaruh alkohol mulai merenggut pikirannya. Suara dentuman keras berhasil menyadarkan kembali pikiran Zorra, entah apa yang terjadi, sepertinya ia menabrak sesuatu. " Anjir, gue nabrak bocil SMA " batin Zorra " Misi, adik gapapa kan? " " Gapapa kok tante, cuma bocor aja " Ucap bocah itu merintih kesakitan. " HAH? APA YANG BOCOR? " " Ban motor gue yang bocor '' " Menurut gue kata 'bintang' itu bukan hanya sekedar nama maupun bentuk, tapi juga merupakan cahaya yang sering menemani bulan di malam hari " Wanita itu mendongak, melihat betapa cantiknya langit gulita di malam hari. Lalu ia tersenyum kecut. " Tapi bintang tak selamanya ada di samping bulan " Lanjut wanita itu sambil meminum wine-nya dengan anggun. " Justru sebaliknya, bulan lah yang selalu setia menerangi malam yang gelap gulita, bahkan seringkali bintang tak ada disamping nya " Wanita itu mengucapkan kata-kata diiringi hembusan napas kasar. " Yaiyalah bintang ga ada, ini kan lagi mendung " Lagi-lagi pria disamping nya tidak peka, menghancurkan suasana saja. 🚫 𝐋𝐚𝐩𝐚𝐤 𝐚𝐧𝐭𝐢 𝐜𝐨𝐩𝐲𝐫𝐢𝐠𝐡𝐭 🚫
All Rights Reserved
#38
kenzo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEPINCUT BRONDONG
  • JODOHKU BRONDONG MERESAHKAN
  • RAISEN
  • AKASYA
  • Rara [ Proses Penerbitan ]
  • Cracked Love
  • GAREN With Hate (End)
  • who do i love ?
  • RAGNALA [END]
  • Farel Dan Bella

18+ Peringatan! Cerita ini bisa membuat kamu cengar-cengir gajelas. Yang butuh bacaan ringan buat hiburan penghilang stres, kamu berada di tempat yang tepat. *Kepincut Brondong sinopsis: "Gue mau jadi pacar lo. Buat tiga bulan doang. Gimana?" Aku mencoba bernegosiasi. "Ha? Tiga bulan? Apaan tuh tiga bulan? Bentar amat? Kredit hape aja lima bulan, Kak." Ijun terheran. "Mau enggak? Kalo lo enggak mau ya udah. Mending lo ga usah jadi pacar gue. Jadi anak pungut gue aja!" kataku sembarangan. "Kesannya kita pacaran kayak main-main kalo kek gitu, Kak." "Ya emang main-main. Lo ngarep apa? Pacaran srius sama cewek yang empat taun lebih tua dari lo? Lo masih waras, kan?" "Tapi gue beneran suka sama lo, Kak." "Ga papa! Itu wajar. Selama lo suka sama cewek, itu artinya lo normal," tanggapku. "Tiga bulan yah?" Ijun nampak menimbang. Aku mengiyakan sambil tersenyum geli. Dalam hati aku menertawakan kegilaanku ini. "Setelah tiga bulan?" Ijun mulai tertarik. "Kita putus. Gue mau cari pacar baru, dan lo juga boleh cari pacar baru." "Kalo lo malah jatuh cinta sama gue?" tanya anak itu percaya diri. Buju buneeengg ... pede banget lo Ijuuunn ... aku tertawa saja. "Kalo gue jatuh cinta sama lo, lo harus bawa gue ke rumah sakit jiwa. Karna pasti gue udah enggak waras." ____ Pacaran sama bocah SMA? Oohh ... aku pasti sudah gila! Tapi anak itu tampan dan menggemaskan. Dan lebih dari itu, dia datang saat hatiku hancur lebur karna dihianati. Benar, Ijun datang mengisi kehampaanku. Tapi benarkah aku jatuh cinta pada Brondong yang usianya lebih muda empat tahun dariku? Yang benar saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines